Memuat...

EMT Muhammadiyah Siapkan Rumah Sakit Lapangan Berstandar WHO di NTT, Libatkan 70 Tenaga Kesehatan

Ameera
Selasa, 25 Agustus 2026 / 13 Rabiulawal 1448 11:09
EMT Muhammadiyah Siapkan Rumah Sakit Lapangan Berstandar WHO di NTT, Libatkan 70 Tenaga Kesehatan
EMT Muhammadiyah Siapkan Rumah Sakit Lapangan Berstandar WHO di NTT, Libatkan 70 Tenaga Kesehatan

NTT (Arrahmah.id) — Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah tengah menyiapkan instalasi lengkap Rumah Sakit Lapangan berstandar World Health Organization (WHO) di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana.

Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Arif Nur Cholis, mengatakan Rumah Sakit Lapangan yang disiapkan Muhammadiyah bukan sekadar fasilitas tenda darurat. Seluruh unsur pelayanan, mulai dari fasilitas kesehatan, prosedur operasional, hingga personel, disiapkan dalam supervisi WHO.

Hal tersebut disampaikan Arif pada 23 Agustus 2026 dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Menurut Arif, pelayanan kesehatan akan diberikan melalui EMT Tipe 1 Fixed berstandar WHO atau EMT Muhammadiyah Internasional.

Kehadiran fasilitas tersebut merupakan bagian dari respons Muhammadiyah terhadap kebutuhan layanan kesehatan masyarakat pascabencana di NTT.

“Sebelumnya Muhammadiyah sudah menggerakkan paling tidak enam tim Emergency Medical Team yang berupa unit layanan mobile sebagai respon awal,” ungkap Arif.

Enam EMT Muhammadiyah yang telah digerakkan sebelumnya meliputi EMT Klinik Muhammadiyah Ende untuk wilayah Dampek, Manggarai Timur; EMT RS PKU Muhammadiyah Bima; Klinik ‘Aisyiyah Kupang; EMT Unismuh Makassar; EMT RS Muhammadiyah Lamongan; serta EMT Klinik Muhammadiyah Ende dan Klinik UNIMOF.

Setelah melakukan koordinasi dengan Ketua Satuan Tugas Kementerian Kesehatan untuk penanganan gempa NTT dan Camat Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Muhammadiyah kemudian memberangkatkan EMT Muhammadiyah Internasional untuk memperkuat respons kesehatan di lapangan.

Dalam pengerahan tersebut, EMT Muhammadiyah membawa sekitar 70 tenaga kesehatan dan tenaga medis. Selain personel, tim juga membawa 15 tenda, fasilitas penjernih air, ruang rawat inap, farmasi, serta berbagai peralatan medis dan pendukung operasional.

Logistik dan peralatan tersebut diangkut menggunakan truk dan didukung dua kendaraan operasional, satu mobil ambulans, serta satu kendaraan 4×4 untuk mendukung mobilitas tim di wilayah terdampak.

“EMT Muhammadiyah membawa 70 orang nakes (tenaga kesehatan) dan named (tenaga medis), 15 tenda, fasilitas penjernih air, ruang rawat inap, farmasi, peralatan dibawa pake truk dan 2 mobil operasional, 1 mobil ambulan dan 1 mobil 4×4,” tutur Arif.

Rumah Sakit Lapangan tersebut mulai beroperasi pada Senin, 24 Agustus 2026, dan direncanakan memberikan pelayanan selama 30 hari ke depan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus memastikan pelayanan medis tetap berjalan di tengah kondisi pascabencana.

Arif menambahkan, keberlangsungan pelayanan juga ditopang oleh kapasitas Muhammadiyah dalam membangun EMT berstandar nasional dan internasional yang berbasis resiliensi.

Penguatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan respons kebencanaan tidak hanya bersifat cepat, tetapi juga terorganisasi dan berkelanjutan.

Selain kapasitas EMT, respons kemanusiaan di NTT turut diperkuat oleh jaringan manajemen Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), sinergi antar-pengampu program, serta kepemimpinan Muhammadiyah di berbagai tingkatan, mulai dari pusat, wilayah, daerah, cabang, hingga ranting.

Dengan dukungan tersebut, Muhammadiyah berupaya memastikan respons kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT dapat dilakukan secara terpadu, profesional, dan sesuai dengan standar pelayanan medis dalam situasi darurat.

(ameera/arrahmah.id)