Memuat...

'Israel' Ancam Hamas Gara-gara Layang-layang Bocah Gaza

Hanoum
Selasa, 25 Agustus 2026 / 13 Rabiulawal 1448 04:55
'Israel' Ancam Hamas Gara-gara Layang-layang Bocah Gaza
Seorang bocah Palestina menerbangkan layang-layang di sebuah kamp pengungsi di Kota Gaza. [Foto: BBC]

GAZA (Arrahmah.id) -- Pemerintah 'Israel' memperingatkan kelompok perlawanan Palestina Hamas akan memperketat serangan di Jalur Gaza setelah sejumlah layang-layang anak-anak ditemukan terbang dari wilayah Gaza menuju komunitas 'Israel' di dekat perbatasan. Ancaman itu muncul meski militer 'Israel' mengakui layang-layang yang ditemukan tidak membawa bahan peledak atau material mencurigakan, sementara Hamas menyatakan benda tersebut merupakan mainan anak-anak.

Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Ahad (23/8/2026) memperingatkan bahwa 'Israel' akan mengambil tindakan lebih keras apabila peluncuran layang-layang, balon, atau drone dari Gaza menuju wilayah 'Israel' terus berlangsung. Pemerintah 'Israel' bahkan mengancam melakukan operasi terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab serta mengevakuasi penduduk dari kawasan Gaza yang disebut digunakan untuk meluncurkan benda-benda tersebut.

Katz menegaskan, seperti dilansir BBC (24/8), bahwa 'Israel' tidak akan membedakan jenis benda yang diterbangkan dari Gaza. “Tidak ada toleransi terhadap layang-layang, balon, atau drone. Hukum yang sama berlaku untuk semuanya,” kata Israel Katz. Pernyataan itu disampaikan setelah sejumlah layang-layang dilaporkan ditemukan di wilayah 'Israel' yang berbatasan dengan Gaza.

Namun, persoalan tersebut menjadi kontroversial karena militer 'Israel' disebut telah memeriksa layang-layang yang ditemukan dan tidak menemukan bahan peledak. Al Jazeera melaporkan bahwa sekitar 10 layang-layang kertas ditemukan dan semuanya tidak membawa bahan berbahaya serta diterbangkan oleh anak-anak di kamp pengungsian. Kondisi tersebut memicu tudingan bahwa layang-layang digunakan sebagai alasan untuk membenarkan peningkatan serangan terhadap Gaza.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem membantah bahwa kelompoknya bertanggung jawab atas layang-layang tersebut. Ia menyebut benda-benda itu terutama merupakan mainan anak-anak yang diterbangkan dari kamp-kamp pengungsian.

“Ancaman ini, yang didasarkan pada dalih-dalih yang dibuat-buat, merupakan upaya untuk membenarkan kelanjutan agresi dan pelanggaran terhadap rakyat kami, bahkan sampai mengancam anak-anak di Gaza,” kata Qassem.

Hamas juga menolak tuduhan bahwa layang-layang tersebut merupakan bagian dari operasi militer. Pernyataan Qassem sejalan dengan laporan media Arab yang menggambarkan layang-layang sebagai bagian dari aktivitas anak-anak Gaza di tengah kehidupan di kamp pengungsian.

Arab News mencatat bahwa menerbangkan layang-layang telah lama menjadi bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Gaza, meskipun dalam konflik sebelumnya layang-layang dan balon yang membawa bahan pembakar pernah digunakan untuk menyebabkan kebakaran di wilayah Israel.

Ketegangan tersebut kemudian beriringan dengan serangan 'Israel' ke sejumlah lokasi di Gaza. Pada Minggu, serangan udara 'Israel' di Gaza menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk Muhammad Abdel Salam Taha, seorang anak berusia empat tahun, dan melukai tujuh lainnya menurut otoritas kesehatan Palestina. Reuters melaporkan 'Israel' menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap peluncuran balon, drone, dan layang-layang dari Gaza.

Al Jazeera melaporkan bahwa serangan 'Israel' pada hari yang sama mengenai sejumlah lokasi di Gaza tengah dan selatan. Salah satu serangan menghantam sebuah bangunan di Az-Zawayda, sedangkan serangan lainnya terjadi di sekitar Jalan Salah al-Din dan wilayah Khan Younis. Serangan tersebut berlangsung ketika Perdana Menteri Netanyahu mengancam akan meningkatkan operasi militer atas apa yang disebut Israel sebagai peluncuran layang-layang dari Gaza. (hanoum/arrahmah.id)