Memuat...

Gubernur DKI Pramono Anung Tegas Tolak Atlet "Israel" Bertanding di Jakarta

Ameera
Kamis, 9 Oktober 2025 / 18 Rabiulakhir 1447 12:34
Gubernur DKI Pramono Anung Tegas Tolak Atlet "Israel" Bertanding di Jakarta
Gubernur DKI Pramono Anung Tegas Tolak Atlet "Israel" Bertanding di Jakarta

JAKARTA (Arrahmah.id) — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan sikap tegasnya menolak kehadiran atlet Israel di wilayah yang ia pimpin.

Pernyataan itu disampaikan menyusul rencana pelaksanaan “World Artistic Gymnastics Championships 2025” yang akan digelar di Jakarta pada 19–25 Oktober 2025, di mana salah satu tim peserta berasal dari Israel.

“Atlet Israel, kalau ke Jakarta, sebagai Gubernur Jakarta pasti saya tidak mengizinkan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Pramono menegaskan bahwa selama dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, tidak ada ruang bagi Israel untuk berpartisipasi dalam kegiatan apa pun di Ibu Kota.

Ia juga meminta pemerintah pusat dan pihak penyelenggara kejuaraan untuk mempertimbangkan ulang keputusan mengundang kontingen Israel.

“Saya minta visa bagi tim Israel tidak diterbitkan. Karena enggak ada manfaatnya dalam kondisi seperti ini ada atlet gimnastik itu bertanding di Jakarta,” tegasnya.

Menurut Pramono, kondisi yang dimaksud adalah situasi kemanusiaan di Gaza, di mana Israel terus melakukan serangan yang menimbulkan banyak korban jiwa. Ia menilai, kehadiran atlet Israel di Jakarta hanya akan memicu reaksi keras dari masyarakat.

“Pasti akan menyulut, memantik kemarahan publik. Karena apa pun yang terjadi di Gaza, memorinya itu melekat di kita semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pramono menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum PBB beberapa waktu lalu yang menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

“Pidato Bapak Presiden di PBB sudah klir, jelas, jadi tidak perlu diterjemahkan lagi. Posisi kita mendukung Palestina,” tegasnya.

Penolakan terhadap kehadiran atlet Israel juga datang dari berbagai pihak. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta (PKS), meminta pemerintah bersikap tegas dan tidak memberikan ruang bagi atlet dari negara yang melakukan genosida terhadap warga Palestina.

“Kalau pemerintah membiarkan, kehadiran Israel pasti akan memicu polemik di dalam negeri,” kata Sukamta.

Sikap serupa disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak rencana kedatangan atlet Israel. MUI meminta pemerintah untuk tidak menerbitkan visa bagi kontingen tersebut.

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) juga menyuarakan penolakan keras.

Juru bicara PDI-P, Guntur Romli, menyatakan sikap partainya konsisten menolak kehadiran delegasi Israel, sebagaimana penolakan terhadap tim nasional sepak bola Israel pada 2023 lalu.

Dengan semakin banyaknya penolakan dari berbagai pihak, nasib keikutsertaan Israel dalam World Artistic Gymnastics Championships 2025 di Jakarta kini menjadi tanda tanya besar.

Pemerintah pusat diharapkan segera mengambil keputusan yang tegas agar tidak menimbulkan kegaduhan publik di tengah situasi global yang masih memanas akibat agresi Israel di Gaza.

(ameera/arrahmah.id)