Memuat...

Hamas Temui Kepala Intelijen Mesir, Upayakan Gencatan Senjata Gaza

Hanoum
Senin, 17 Agustus 2026 / 5 Rabiulawal 1448 04:14
Hamas Temui Kepala Intelijen Mesir, Upayakan Gencatan Senjata Gaza
Kepala biro politik Hamas, Khalil al-Hayya, bertemu Kepala Dinas Intelijen Umum Mesir Hassan Rashad di Kairo. [Foto: Palinfo]

KAIRO (Arrahmah.id) -- Delegasi senior kelompok perlawanan Palestina Hamas yang dipimpin pemimpin biro politiknya, Khalil al-Hayya, bertemu Kepala Dinas Intelijen Umum Mesir Hassan Rashad di Kairo, Ahad (16/8/2026), untuk membahas pelaksanaan dan penguatan kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Pertemuan tersebut berlangsung ketika mediator Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat berupaya menghidupkan kembali proses perdamaian Gaza yang menghadapi kebuntuan.

Pertemuan di Kairo menjadi bagian dari upaya apa dan bagaimana: menerjemahkan kesepakatan gencatan senjata serta peta jalan yang didukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke dalam langkah konkret di lapangan. Menurut kantor berita resmi Mesir, MENA (16/8), delegasi Hamas yang dipimpin al-Hayya membahas cara memajukan implementasi rencana pascaperang Gaza bersama Rashad.

Dalam pernyataan yang dikutip MENA, Khalil al-Hayya menegaskan kembali komitmen Hamas terhadap rencana tersebut. “Kami menegaskan kembali komitmen untuk menyelesaikan pelaksanaan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump,” demikian pernyataan al-Hayya sebagaimana dilaporkan MENA.

Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah dorongan Amerika Serikat untuk menjalankan rencana perdamaian Gaza yang mencakup penghentian operasi militer, pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya, penarikan pasukan Israel secara bertahap, serta pembentukan pemerintahan sipil Palestina dan mekanisme stabilisasi internasional. Namun, implementasinya masih menghadapi persoalan besar karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak penarikan pasukan Israel sebelum Hamas sepenuhnya dilucuti.

Pada hari yang sama, utusan Trump dan menantunya, Jared Kushner, juga berada di Mesir untuk membahas rencana tersebut. Kushner bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, sementara sejumlah pejabat dari Mesir, Qatar, dan Turki turut terlibat dalam rangkaian diplomasi.

Reuters melaporkan pertemuan itu merupakan bagian dari upaya Washington mendorong pelaksanaan peta jalan yang sebelumnya telah disepakati secara prinsip tetapi tersendat dalam tahap implementasi.

Menurut juru bicara Hamas Hazem Qassem, pembicaraan dengan mediator Mesir juga diarahkan untuk memperkuat gencatan senjata dan memastikan Israel memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan. Hamas menilai serangan Israel yang masih berlangsung merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata.

Pertemuan Kairo menjadi semakin penting setelah pemerintah Israel sebelumnya menyatakan tidak akan melakukan penarikan pasukan dari Gaza sebelum Hamas menyerahkan senjatanya. Sikap tersebut membuat pelaksanaan rencana Trump berada dalam posisi sulit, meskipun Hamas telah menunjukkan kesediaan membahas mekanisme pelucutan senjata secara bertahap dan dapat diverifikasi. (hanum/arrahmah.id)