Memuat...

Hamas Ucapkan Belasungkawa atas Kematian Ayatullah Khamenei

Hanoum
Senin, 2 Maret 2026 / 13 Ramadan 1447 03:44
Hamas Ucapkan Belasungkawa atas Kematian Ayatullah Khamenei
Logo Hamas. [Foto: SABA]

GAZA (Arrahmah.id) -- Kelompok perlawanan Palestina Hamas menyampaikan belasungkawa resmi atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Syiah Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menggambarkan figur tersebut sebagai tokoh penting dalam perjuangan regional dan simbol solidaritas bagi banyak kelompok perlawanan di Timur Tengah. Pernyataan itu dikeluarkan setelah laporan tentang kematian Khamenei dalam serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan 'Israel', yang mengguncang geopolitik kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya, seperti dilansir Reuters (1/3/2026), Hamas menyampaikan rasa sedalam-dalamnya atas kematian Khamenei, menyebutnya sebagai pemimpin besar yang berdiri teguh untuk umat Islam dan perjuangan pembebasan di seluruh kawasan. Organisasi itu menegaskan bahwa warisan ideologis dan peran Teheran dalam mendukung kelompok-kelompok perlawanan akan terus menginspirasi para pejuang.

Pengakuan Hamas ini mengikuti seruan yang lebih luas dari beberapa faksi dan negara yang memiliki hubungan politik atau militer dengan Iran, yang memandang Ayatollah sebagai figur penting dalam struktur kekuatan regional. Laporan media internasional menunjukkan bahwa sejumlah kelompok pro-Iran di Irak dan Lebanon, termasuk Hizbullah, telah menyampaikan rasa duka serupa atas kematian Khamenei, menandai solidaritas ideologis di antara kelompok tersebut.

Selain itu, beberapa negara yang memiliki hubungan strategis dengan Teheran — termasuk Suriah dan beberapa rezim di wilayah Teluk — menyampaikan pernyataan resmi yang menyoroti kontribusi Khamenei dalam politik regional serta menekankan perlunya stabilitas di tengah eskalasi konflik terbaru.

Reaksi internasional terhadap meninggalnya Khamenei beragam: beberapa negara Barat menanggapi dengan permintaan klarifikasi dan menekankan proses transisi yang stabil di Iran, sementara negara-negara lain menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan Iran dan menolak penggunaan insiden itu untuk memperluas konflik. (hanoum/arrahmah.id)