DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa menyampaikan ucapan selamat Paskah kepada umat Kristen di Suriah pada Ahad (12/4/2026) melalui pernyataan resmi di media sosial. Ucapan tersebut ditujukan kepada seluruh komunitas Kristen di tengah upaya pemerintah membangun kembali kohesi sosial pascakonflik.
Dalam pesannya, seperti dilansir SANA (12/4), asy-Syaraa menyampaikan harapan agar perayaan Paskah membawa nilai-nilai perdamaian dan kasih bagi seluruh rakyat Suriah, tanpa memandang latar belakang agama. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari pendekatan pemerintah untuk menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas dan keberagaman.
“Saya menyampaikan ucapan selamat dan harapan terbaik kepada saudara-saudara kami dari komunitas Kristen, semoga hari raya ini membawa makna perdamaian dan rahmat,” pesan Asy Syaraa.

Ucapan tersebut disampaikan bertepatan dengan perayaan Paskah menurut kalender Timur, yang dirayakan pada April 2026 di Suriah. Dalam pernyataannya, Asy Syaraa juga berharap agar momen keagamaan ini membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi negara yang masih dalam proses pemulihan.
Menurut Anadolu Agency dan Syriac Press , pesan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meyakinkan kelompok minoritas bahwa mereka tetap menjadi bagian penting dari masa depan Suriah.
Selain presiden, sejumlah pejabat dan lembaga pemerintah Suriah juga turut menyampaikan ucapan serupa, menekankan nilai persaudaraan dan hidup berdampingan antarumat beragama. Momentum Paskah disebut sebagai simbol persatuan di tengah keberagaman masyarakat Suriah yang terdiri dari berbagai etnis dan agama.
Pengamat menilai langkah ini memiliki dimensi politik dan sosial, terutama dalam konteks stabilisasi nasional pascaperang. Pemerintah Suriah berupaya memperkuat citra sebagai negara yang menjamin hak dan kebebasan seluruh komunitas, termasuk kelompok minoritas agama.
Peristiwa ini mencerminkan upaya membangun kembali kepercayaan publik serta mempererat hubungan antarumat beragama di Suriah, yang selama bertahun-tahun terdampak konflik berkepanjangan. (hanoum/arrahmah.id)
