JAKARTA (Arrahmah.id) – Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Amody, menggelar acara halal bihalal dan silaturahmi bersama para tokoh nasional, ulama, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta pengasuh pesantren. Acara tersebut berlangsung di kediaman Dubes pada Selasa (15/4).
Dalam kesempatan itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti gagalnya perundingan damai antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berlangsung di Pakistan beberapa hari sebelumnya.
Ia menilai kegagalan tersebut sebagai perkembangan yang negatif bagi stabilitas global.
Ahmad Muzani menyerukan agar gencatan senjata sementara selama dua pekan yang tengah berlangsung antara pihak-pihak terkait dapat ditingkatkan menjadi gencatan senjata permanen, sehingga perang benar-benar dihentikan.
Ia juga mengapresiasi sikap bijak Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Mohammed bin Salman dalam menyikapi konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Seruan perdamaian ini turut diperkuat oleh para ulama dan tokoh yang hadir, terutama mengingat musim haji 1447 Hijriah akan segera dimulai.
Ulama kharismatik sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur, Abdul Hakim Mahfudz, menegaskan bahwa ibadah haji merupakan momentum sakral yang harus dijaga dari segala bentuk gangguan.
“Semua negara harus menjadikan Arab Saudi sebagai wilayah yang aman, tanpa gangguan sedikit pun, khususnya yang dapat berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kiai Abdul Hakim Mahfudz yang akrab disapa Kiai Kikin juga menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat konflik segera menghentikan peperangan demi menjaga kekhusyukan ibadah umat Islam.
Para ulama, pimpinan ormas Islam, dan pengasuh pesantren yang hadir sepakat meminta seluruh pihak untuk menghormati proses ibadah haji serta menjaga kedaulatan negara, khususnya Arab Saudi sebagai tuan rumah dua tanah suci.
Mereka juga mengingatkan bahwa perang hanya membawa dampak buruk, mulai dari krisis energi, ekonomi, hingga kemanusiaan.
Presiden PKS, Almuzammil Yusuf, menegaskan bahwa setiap upaya menyerang atau mengganggu Arab Saudi—terutama Makkah dan Madinah—yang berpotensi mengganggu pelaksanaan ibadah haji merupakan kejahatan serius terhadap umat Islam secara keseluruhan.
Ia juga mendorong Indonesia bersama negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mempelopori upaya global dalam menjamin keamanan Arab Saudi menjelang pelaksanaan haji.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid secara khusus menyerukan kepada pihak Amerika Serikat, Israel, dan Iran untuk menghentikan perang karena dampaknya dirasakan secara luas oleh masyarakat dunia.
Ia juga mengecam serangan militer yang menyasar fasilitas nonmiliter seperti sekolah dan rumah sakit, baik di Iran maupun di Arab Saudi, termasuk serangan terhadap fasilitas energi seperti Aramco. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar hukum internasional.
Hidayat Nur Wahid turut mengapresiasi inisiatif Pakistan dalam mendorong penghentian perang, serta mengusulkan agar upaya perdamaian diperluas mencakup kawasan Teluk dan Lebanon, demi terciptanya perdamaian yang menyeluruh.
Ketua Umum JATTI, Bachtiar Nasir, menyatakan bahwa Arab Saudi memiliki peran strategis sebagai negara terbesar di kawasan Teluk, yang berpotensi menjadi penentu perdamaian, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga di tingkat global.
Para tokoh yang hadir juga menyatakan dukungan penuh terhadap peran Arab Saudi dalam melayani Haramain (dua tanah suci), serta berharap kerajaan tersebut dapat berperan lebih aktif dalam upaya pembebasan Masjid Al-Aqsa dari pendudukan Israel.
Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh nasional dan ulama dari beragam latar belakang, termasuk pimpinan lembaga, anggota DPR RI, serta para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka sepakat untuk terus mendukung terciptanya perdamaian dunia dan menjaga kesucian serta keamanan pelaksanaan ibadah haji.
(ameera/arrahmah.id)
