Memuat...

Hampir 100 Prajurit AS Terluka dalam Serangan Iran di Timur Tengah

Zarah Amala
Rabu, 22 Juli 2026 / 8 Safar 1448 11:17
Hampir 100 Prajurit AS Terluka dalam Serangan Iran di Timur Tengah
Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa dua tentara Amerika tewas di sebuah instalasi militer di Yordania. (Foto: Cuplikan video, via media sosial)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Hampir 100 prajurit Amerika Serikat terluka dalam rangkaian serangan Iran yang menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah sejak awal Juli, demikian konfirmasi Departemen Pertahanan AS (Pentagon) pada Senin (20/7/2026).

Juru Bicar Utama Pentagon, Sean Parnell, menyampaikan kepada CBS News bahwa hampir 100 personel "tercatat mengalami tingkat cedera tertentu sejak 7 Juli 2026." Parnell mengklaim bahwa 96 persen dari mereka yang terluka telah kembali bertugas secara aktif.

Pengumuman ini disampaikan di tengah eskalasi pertempuran yang tajam menyusul runtuhnya kesepakatan gencatan senjata yang telah berlangsung selama beberapa bulan antara Amerika Serikat dan Iran.

Selama sepekan terakhir, pasukan AS melancarkan serangan udara setiap malam terhadap target-target Iran. Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan untuk mencegah serangan terhadap jalur pelayaran komersial.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan yang menargetkan aset-aset militer AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan negara-negara sekutu lainnya di kawasan tersebut. CBS News melaporkan pekan lalu bahwa beberapa tentara AS telah mengalami luka-luka dalam serangan di pangkalan militer di Yordania.

Pada akhir pekan lalu, Departemen Pertahanan AS mengumumkan bahwa dua prajurit AS tewas di sebuah instalasi militer di Yordania. Para pejabat juga menyatakan bahwa sisa-sisa jenazah manusia yang belum teridentifikasi telah ditemukan dari lokasi di mana prajurit ketiga dilaporkan hilang saat serangan berlangsung.

Secara terpisah, satu prajurit AS lainnya tewas di Irak dalam peristiwa yang dijelaskan Pentagon sebagai "peledakan terkontrol atas amunisi yang belum meledak dari sebuah drone serang satu arah (one-way attack drone) milik Iran yang jatuh."

Departemen Pertahanan AS belum merilis penilaian kerusakan secara rinci maupun membeberkan jumlah pasti tentara yang terluka di masing-masing pangkalan.

Berdasarkan data Defense Casualty Analysis System milik Pentagon, sebanyak 413 prajurit AS secara resmi tercatat terluka dalam tugas sejak awal konflik AS-Iran saat ini, meskipun angka tersebut belum mencakup cedera yang dialami sepanjang bulan ini.

Bagian lain dari basis data yang sama mencatat angka 427 personel terluka. Pentagon juga melaporkan 14 kematian militer AS sejak perang dimulai, di luar jumlah tewas yang baru diumumkan pada akhir pekan lalu.

Presiden AS Donald Trump berjanji akan melancarkan aksi balasan lanjutan menyusul tewasnya para prajurit Amerika di Yordania dan Irak.

"Setiap kali Iran membunuh seorang Prajurit Amerika, mereka akan membayar pembunuhan itu berkali-kali lipat!" tegas Trump pada Senin melalui platform Truth Social miliknya.

Ia menambahkan bahwa dirinya telah memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, serta para pejabat militer senior lainnya untuk menjalankan arahan tersebut.

Gedung Putih juga mengumumkan bahwa Trump akan menghadiri upacara penghormatan (dignified transfer) bagi para prajurit yang tewas dalam serangan baru-baru ini. (zarahamala/arrahmah.id)