SANAA (Arrahmah.id) -- Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 milik Arab Saudi di wilayah Provinsi Marib pada Rabu, 16 September 2026. Klaim tersebut disampaikan beberapa jam setelah Arab Saudi mengatakan telah mencegat sebuah drone yang disebut berasal dari Houthi dan terbang menuju wilayah udara terbatas di dekat Kota Suci Makkah. Hingga laporan terbaru, Riyadh belum mengonfirmasi jatuhnya jet Saudi tersebut.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan jet F-15 itu ditembak ketika menjalankan apa yang disebutnya sebagai “operasi bermusuhan” untuk mendukung pengerahan militer Saudi di Marib. Menurut Saree, jet tersebut dihantam menggunakan rudal udara-ke-udara yang diproduksi secara lokal. Houthi kemudian merilis rekaman video dan foto yang mereka klaim menunjukkan pesawat yang jatuh serta lokasi puing-puingnya.
Laporan The New York Times (16/9/26) menyebut, gambar puing yang dirilis Houthi tampak memiliki karakteristik yang konsisten dengan jet F-15 yang digunakan Angkatan Udara Kerajaan Saudi. Namun, media tersebut menyatakan lokasi pasti puing-puing itu belum dapat diverifikasi secara independen. Pemerintah Saudi juga belum memberikan konfirmasi mengenai kehilangan sebuah F-15 dalam insiden tersebut.
Klaim penembakan jet tersebut muncul di tengah meningkatnya kembali pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi. Menurut laporan AFP, pertempuran kembali meningkat sejak Juli setelah konflik Yaman yang sempat mereda dalam beberapa tahun terakhir kembali pecah. Houthi juga menyatakan telah melakukan serangan terhadap kepentingan militer dan fasilitas minyak Saudi.
Pada hari yang sama, Saudi Arabia menuduh Houthi melancarkan serangan drone yang mengarah ke Makkah. Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan sistem pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan drone tersebut di sebelah selatan Makkah sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci itu. Riyadh kemudian menyebut keamanan Makkah sebagai “garis merah”.
Houthi membantah tuduhan telah menargetkan Makkah. Saree mengatakan operasi kelompoknya ditujukan terhadap fasilitas minyak dan pangkalan militer Saudi, bukan tempat-tempat suci. Bantahan tersebut juga diberitakan Reuters, yang mencatat bahwa hingga saat ini belum ada bukti independen yang memastikan siapa yang meluncurkan drone yang dicegat di dekat Makkah.
Klaim mengenai jet F-15 dan insiden drone di dekat Makkah menunjukkan meningkatnya saling serang antara kedua pihak. Reuters melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir Saudi melakukan serangan udara terhadap sasaran Houthi di Yaman, sementara Houthi melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan mengklaim keberhasilan terhadap sasaran militer Saudi. Perkembangan ini menambah risiko perluasan konflik di kawasan, terutama ketika jalur pelayaran Laut Merah dan Bab al-Mandab juga menghadapi peningkatan risiko keamanan.
Sementara itu, Euronews juga melaporkan klaim Houthi mengenai jatuhnya F-15 Saudi dan penyangkalan kelompok tersebut atas tuduhan menargetkan Makkah. Sampai adanya konfirmasi resmi dari Riyadh atau bukti independen tambahan, jatuhnya jet tempur Saudi masih perlu diperlakukan sebagai klaim Houthi, bukan fakta yang telah terverifikasi sepenuhnya. (hanoum/arrahmah.id)
