Memuat...

Imarah Islam dan Kirgistan Bahas Perluasan Hubungan Ekonomi dan Politik

Hanin Mazaya
Rabu, 16 September 2026 / 5 Rabiulakhir 1448 18:02
Imarah Islam dan Kirgistan Bahas Perluasan Hubungan Ekonomi dan Politik
(Foto: ilkha.com)

KABUL (Arrahmah.id) - Mulai dari perluasan perdagangan dan investasi hingga pelaksanaan proyek bersama, Kabul dan Bishkek telah memusatkan perhatian pada kerja sama praktis antara kedua negara dalam kontak diplomatik terbaru mereka.

Amir Khan Muttaqi dan Jeenbek Kulubaev, menteri luar negeri Afghanistan dan Kirgistan, melakukan pembicaraan melalui telepon mengenai perluasan hubungan politik dan ekonomi.

Pelaksanaan perjanjian yang sudah ada serta pembentukan bidang kerja sama baru juga turut dibahas, lansir Tolo News (15/9/2026).

Zia Ahmad Takal, kepala humas Kementerian Luar Negeri, mengatakan: "Menteri Luar Negeri Afghanistan menyatakan kesiapan negaranya untuk melaksanakan perjanjian yang ada dan menciptakan bidang kerja sama baru antara kedua negara. Ia mengatakan bahwa lembaga-lembaga terkait mendukung kerja sama komprehensif dalam pelaksanaan proyek bersama serta perluasan hubungan ekonomi dan perdagangan."

Di bidang politik, kedua belah pihak menekankan pentingnya melanjutkan kontak dan pertukaran delegasi tingkat tinggi—langkah-langkah yang menurut para analis dapat berkontribusi pada penguatan hubungan antara Kabul dan Bishkek.

Aziz Maarij, seorang analis hubungan internasional, mengatakan: "Hubungan ekonomi dan perdagangan itu sendiri membuka jalan bagi hubungan politik. Ini adalah perkembangan positif yang berkontribusi pada perluasan hubungan antarnegara."

Sementara itu, para analis ekonomi memandang penguatan hubungan antara Afghanistan dan negara-negara Asia Tengah sebagai sebuah keuntungan bagi Kabul.

Sayed Massoud, seorang analis ekonomi, mengatakan: "Selain memperkuat hubungan ekonomi, pembicaraan ini dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain yang ingin menjalin hubungan dengan Afghanistan."

Pada saat yang sama, Muttaqi menilai terpilihnya Kirgistan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB sebagai hal yang signifikan, serta menekankan pentingnya kerja sama dan dukungan timbal balik antara kedua negara dalam kerangka tersebut.

Dawood Shiraz, seorang analis politik, mengatakan: "Pembicaraan semacam ini dapat membantu Afghanistan keluar dari isolasi. Kedua belah pihak harus berupaya mendorong masyarakat internasional untuk datang dan berinvestasi di Afghanistan serta memanfaatkan peluang ini."

Perkembangan hubungan Kabul-Bishkek kini akan bergantung pada pelaksanaannya—terutama sejauh mana pembicaraan politik tersebut dapat diwujudkan dalam peningkatan perdagangan, investasi, dan pelaksanaan proyek bersama antara kedua negara. (haninmazaya/arrahmah.id)