Uttar Pradesh (Arrahmah.id) -- Kesal karena layanan 5G tak kunjung membaik, sejumlah warga di Hardauli, Distrik Fatehpur, Uttar Pradesh, India, diduga mengikat seorang teknisi telekomunikasi ke menara seluler. Teknisi tersebut datang ke desa untuk memeriksa gangguan jaringan, tetapi warga menahannya dan mengatakan tidak akan membebaskannya sebelum pihak perusahaan memberikan solusi atas masalah koneksi yang telah berlangsung lama. Polisi kemudian menangani kejadian tersebut dan melakukan penangkapan terhadap sejumlah warga.
Insiden itu terjadi pada Kamis, 10 September 2026, di wilayah yang berada di bawah yurisdiksi kantor polisi Bindki. Teknisi yang diidentifikasi sejumlah media India sebagai Aditya Bhan Singh dilaporkan datang ke lokasi menara untuk memeriksa persoalan jaringan. Namun, warga yang telah lama mengeluhkan buruknya layanan kemudian menahannya dan mengikatnya di area menara. Video kejadian tersebut beredar di media sosial dan mendorong polisi melakukan penyelidikan.
Menurut keterangan polisi dan laporan India Today (13/9/26), warga mengaku mengalami masalah konektivitas selama sekitar dua tahun, meskipun sebuah menara telekomunikasi telah berdiri di desa tersebut. Mereka mengeluhkan layanan telepon dan internet yang tidak stabil serta tidak tersedianya koneksi 5G sebagaimana yang mereka harapkan. Sejumlah warga juga mengatakan mereka telah membayar paket 5G, tetapi kualitas jaringan yang diterima masih buruk.
Kemarahan warga kemudian diarahkan kepada teknisi yang datang ke lokasi, meskipun belum ada keterangan bahwa teknisi tersebut merupakan pihak yang bertanggung jawab atas kebijakan layanan perusahaan. Dalam video yang beredar, seorang warga menyatakan teknisi tidak akan dilepaskan sebelum pejabat perusahaan datang dan memberikan penyelesaian atas gangguan jaringan. Al Jazeera melaporkan bahwa polisi akhirnya membebaskan teknisi tersebut pada hari yang sama.
Peristiwa itu kemudian berlanjut ke proses hukum. The Times of India melaporkan bahwa Kepala Kepolisian Distrik Fatehpur, Abhimanyu Manglik, membenarkan adanya proses hukum terkait insiden tersebut. Polisi mendaftarkan perkara setelah memperoleh informasi mengenai penahanan teknisi dan kemudian menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat.
Laporan Indian Express menyebut enam orang telah ditangkap terkait dugaan penyekapan tersebut. Mereka kemudian dibawa ke hadapan hakim dan dibebaskan dengan jaminan, sementara penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga menelusuri video yang beredar untuk memastikan kronologi kejadian dan mengidentifikasi orang-orang yang terlibat.
Kasus di Hardauli memperlihatkan persoalan yang lebih luas mengenai kualitas konektivitas di wilayah pedesaan India. Keluhan warga tidak hanya berkaitan dengan kecepatan internet, tetapi juga dengan kemampuan melakukan panggilan telepon dan menggunakan layanan data secara konsisten. India Today melaporkan bahwa warga telah lama mengeluhkan masalah tersebut sebelum kedatangan teknisi pada hari kejadian.
Meski warga menyatakan tindakan mereka merupakan bentuk tekanan agar persoalan jaringan segera diselesaikan, menahan dan mengikat seorang pekerja tetap menjadi persoalan hukum tersendiri. Hingga perkembangan terakhir, teknisi telah dibebaskan dan polisi masih menyelidiki keterlibatan masing-masing warga dalam insiden tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
