Memuat...

Iran Nyatakan Tak Percaya pada Kepala IAEA Rafael Grossi

Zarah Amala
Kamis, 17 September 2026 / 6 Rabiulakhir 1448 14:35
Iran Nyatakan Tak Percaya pada Kepala IAEA Rafael Grossi
Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional. (Foto: Cancillería Argentina, Wikimedia Commons)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Iran menyatakan tidak lagi mempercayai Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi. Teheran menilai Grossi telah menangani isu nuklir Iran secara politis, bukan berdasarkan pendekatan teknis.

Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, mengatakan Iran tidak akan mempercayai Grossi kecuali ia mengubah pendekatannya secara mendasar.

“Kami tidak memiliki kepercayaan kepada direktur jenderal kecuali dia ingin melakukan perubahan mendasar dalam pendekatannya,” kata Kamalvandi kepada kantor berita pemerintah IRNA, Rabu (16/9/2026).

Kamalvandi menuduh Grossi menggunakan pendekatan politik melalui laporan dan pernyataannya. Menurutnya, hal tersebut turut memperbesar tekanan politik terhadap Iran dari negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan 'Israel'.

“IAEA harus kembali ke posisinya, yaitu menjalankan pekerjaan secara profesional dan teknis, bukan politik,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perselisihan Teheran dan IAEA mengenai inspeksi serta akses ke fasilitas nuklir Iran yang rusak akibat perang Iran-'Israel'-AS.

Grossi sebelumnya menegaskan bahwa inspektur IAEA membutuhkan akses ke fasilitas yang rusak untuk memverifikasi keberadaan material dan aktivitas nuklir Iran.

Namun, Iran berpendapat kondisi keamanan setelah serangan harus menjadi pertimbangan dalam menentukan informasi yang dapat diberikan serta fasilitas yang dapat dimasuki inspektur.

Iran Pertahankan Pembatasan Akses

Kamalvandi membela pembatasan akses IAEA dengan alasan negara-negara yang dianggap sebagai musuh Iran dapat menggunakan informasi tersebut untuk melancarkan serangan baru terhadap infrastruktur nuklir Iran.

Ia mengatakan perlindungan informasi mengenai lokasi fasilitas dan material sensitif menjadi semakin penting setelah serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Teheran juga mempertanyakan kemampuan IAEA menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan Iran. Menurut Kamalvandi, Iran tidak dapat diharapkan membuka seluruh informasi jika data tersebut berpotensi sampai ke pemerintah yang ingin menyerang fasilitas nuklirnya.

Kamalvandi juga menyinggung rencana Kepala Organisasi Energi Atom Iran Mohammad Eslami menghadiri konferensi umum IAEA di Wina. Menurutnya, Austria sempat menerbitkan visa Schengen multiple-entry untuk Eslami, tetapi kemudian meminta agar kunjungan tersebut tidak dilakukan.

Iran menuduh perubahan sikap Austria terjadi akibat tekanan AS. Teheran kemudian memanggil kuasa usaha Austria di Iran dan menyampaikan protes resmi. (zarahamala/arrahmah.id)