Memuat...

Houtsi Bantah Yaman Targetkan Mekkah: “Kebohongan Abad Ini”

Zarah Amala
Sabtu, 19 September 2026 / 8 Rabiulakhir 1448 11:07
Houtsi Bantah Yaman Targetkan Mekkah: “Kebohongan Abad Ini”
Pemimpin Ansarallah Yaman, Abdul Malik al-Houtsi. (Foto: via Ansarallah Media Center)

SANA'A (Arrahmah.id) - Pemimpin Ansarallah, Abdul-Malik al-Houtsi, pada Kamis (17/9/2026) membantah keras tuduhan Arab Saudi bahwa pasukan Yaman menargetkan Mekkah. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai “penipuan besar, kebohongan, rekayasa, dan fitnah” serta “kebohongan terbesar abad ini”.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, al-Houtsi menegaskan bahwa Yaman tidak akan menyerang tempat-tempat suci Islam maupun menerima serangan terhadapnya.

“Tanah keimanan dan rakyat Yaman tidak mungkin menargetkan tempat-tempat suci atau menerima agresi terhadapnya. Sebaliknya, mereka akan mengorbankan nyawa dan harta untuk melindungi Mekkah dan tempat-tempat suci,” ujarnya.

Al-Houtsi menuduh Arab Saudi menggunakan media untuk mendiskreditkan Yaman, membenarkan operasi militernya, melibatkan lebih banyak negara dalam konflik, serta menutupi kegagalan di medan perang.

Pernyataannya disampaikan setelah sejumlah pejabat dan tokoh agama Yaman membantah tuduhan Saudi terkait ancaman terhadap Mekkah.

Al-Houtsi juga mengatakan operasi Ansarallah tidak ditujukan kepada warga Yaman di wilayah selatan, melainkan terhadap konsentrasi pasukan yang didukung Saudi.

Tuduh Ribuan Masjid Jadi Sasaran

Sebaliknya, Al-Houtsi menuduh kampanye militer pimpinan Saudi telah menyerang lebih dari 2.000 masjid di Yaman, termasuk masjid bersejarah yang berada jauh dari garis depan. Ia juga menyebut serangan menghantam pusat pendidikan bagi tunanetra di Sana'a, pemakaman, serta sejumlah situs bersejarah.

Menurutnya, Ansarallah memiliki dokumentasi serangan tersebut yang menunjukkan pola serangan selama perang.

Ia juga menuduh Amerika Serikat, 'Israel', dan Inggris terlibat langsung dalam operasi militer Saudi, termasuk melalui penggunaan pesawat dan senjata Amerika serta keterlibatan para ahli dari ketiga negara dalam perencanaan operasi.

Al-Houtsi menilai Riyadh berupaya memperluas konflik dengan mendorong keterlibatan militer negara-negara tersebut secara lebih langsung.

Serukan Aliansi Islam Hadapi 'Israel'

Al-Houtsi turut mengkritik pemerintah Arab dan Muslim yang mengecam dugaan ancaman terhadap Mekkah, tetapi menurutnya tidak memberikan respons serupa terhadap tindakan 'Israel' terhadap warga Palestina dan Masjid Al-Aqsha.

Ia menyebut 'Israel' sebagai ancaman utama terhadap tempat-tempat suci Islam dan mengatakan Ansarallah siap bergabung dalam aliansi Islam untuk menghadapi ancaman tersebut.

Al-Houthi kembali menegaskan dukungan Yaman terhadap Palestina. Ia mengatakan tuntutan utama Yaman tetap mencakup penghentian operasi militer Saudi dan pencabutan blokade terhadap Yaman.

Ia juga menyerukan warga Yaman turun ke jalan pada Jumat dalam demonstrasi yang menurutnya ditargetkan diikuti hingga dua juta orang untuk menolak tuduhan Saudi.

Yaman Laporkan 37 Serangan Udara Saudi

Sementara itu, Angkatan Bersenjata Yaman yang berafiliasi dengan Ansarallah melaporkan puluhan serangan udara baru oleh Arab Saudi.

Juru bicara militer Yaman Brigjen Yahya Saree mengatakan jet tempur F-15 Saudi melancarkan 37 serangan udara dalam 24 jam terakhir. Menurut Saree, pesawat tersebut beroperasi dari Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait dan menyerang wilayah Taiz serta Hajjah, menyebabkan korban tewas dan luka-luka di kalangan warga sipil.

Kantor berita SABA melaporkan pesawat Saudi dua kali menyerang Jembatan Al-Barah di Distrik Maqbana, sebelah barat Taiz.

Dua serangan lainnya menghantam Kota Abs di Provinsi Hajjah dan merusak empat kendaraan.

Pesawat Saudi juga dilaporkan menyerang tiga menara telekomunikasi di wilayah Al-Dhakra dan Al-Hawban di Distrik Al-Ta'iziyah serta Al-Rahida di Distrik Khadir.

Serangan terbaru berlangsung di tengah pertempuran yang terus terjadi antara Ansarallah dan pasukan yang didukung Saudi di sejumlah front Yaman, serta serangan Yaman terhadap fasilitas militer dan sejumlah fasilitas strategis di wilayah Saudi. (zarahamala/arrahmah.id)