Memuat...

Imarah Islam: Kami Akan Membalas Serangan Pakistan di Paktika dan Kunar

Hanin Mazaya
Selasa, 22 September 2026 / 11 Rabiulakhir 1448 18:51
Imarah Islam: Kami Akan Membalas Serangan Pakistan di Paktika dan Kunar
Warga memeriksa kerusakan di lokasi serangan udara Pakistan di distrik Noorgul, Kunar, Afghanistan, 21 September 2026. (Foto: EPA/Yonhap)

KABUL (Arrahmah.id) - Imarah Islam Afghanistan, dalam tanggapannya terhadap serangan Pakistan di provinsi Paktika dan Kunar, menegaskan akan memberikan respons yang setimpal.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam, menyatakan bahwa militer Pakistan kembali menargetkan warga sipil Afghanistan dalam upaya mengalihkan perhatian publik dari kegagalan keamanan di dalam negeri Pakistan sendiri, lansir Tolo News (22/9/2026).

Ia mengatakan: "Kami mengutuk agresi dan ketidakadilan ini serta menganggapnya sebagai pengulangan tindakan kriminal. Militer Pakistan, dalam upaya mengalihkan perhatian dari kegagalan keamanan di negaranya sendiri, kembali melakukan tindakan semacam itu. Rakyat Afghanistan akan memberikan respons yang setimpal terhadap agresi ini."

Sementara itu, mantan Presiden Hamid Karzai juga mengecam keras serangan udara Pakistan di sebagian wilayah provinsi Kunar dan Paktika, seraya menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Afghanistan.

Karzai menyatakan bahwa tantangan keamanan yang dihadapi Pakistan saat ini merupakan akibat dari kebijakan keliru negara tersebut terhadap Afghanistan, dan ia mendesak pihak berwenang Pakistan untuk meninjau kembali kebijakan mereka.

Sebuah unggahan di akun X mantan Presiden Hamid Karzai menyatakan: "Mantan presiden menganggap masalah keamanan Pakistan saat ini sebagai akibat dari kebijakan keliru negara tersebut terhadap Afghanistan, dan telah mendesak Pakistan untuk meninjau kembali kebijakannya serta menempuh jalan bertetangga yang baik, hubungan yang harmonis, dan interaksi yang beradab dengan Afghanistan."

Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) juga mengonfirmasi bahwa tiga warga sipil terdampak oleh serangan udara Pakistan pada Senin dini hari dan menegaskan kembali perlunya melindungi warga sipil.

UNAMA menyatakan dalam sebuah pernyataan: "Sepanjang tahun 2026 ini, UNAMA telah mencatat lebih dari 1.100 kasus kematian dan cedera warga sipil di Afghanistan akibat kekerasan bersenjata lintas batas. Kami menegaskan kembali seruan kami untuk menghormati hukum humaniter internasional guna mencegah jatuhnya korban sipil."

Namun, Kementerian Informasi Pakistan—meskipun membenarkan bahwa Pakistan melancarkan serangan di sebagian wilayah provinsi Paktika dan Kunar pada Senin dini hari—mengklaim bahwa serangan tersebut tidak menimbulkan dampak sampingan (kerusakan tambahan) dan bahwa targetnya adalah pihak-pihak yang mereka sebut sebagai "teroris".

Berdasarkan data yang terkonfirmasi, tiga orang tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan udara terbaru yang dilakukan oleh pasukan Pakistan tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)