Memuat...

Injak Bendera 'Israel' Saat Perayaan Juara Dunia, Suporter Spanyol Picu Kemarahan Media dan Tokoh 'Israel'

Zarah Amala
Rabu, 22 Juli 2026 / 8 Safar 1448 12:29
Injak Bendera 'Israel' Saat Perayaan Juara Dunia, Suporter Spanyol Picu Kemarahan Media dan Tokoh 'Israel'
Bus tim nasional Spanyol melewati kerumunan penggemar selama perayaan kemenangan Piala Dunia (AFP).

MADRID (Arrahmah.id) - Perayaan kemenangan timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia memicu gelombang kemarahan luas di media dan platform media sosial 'Israel'. Reaksi keras ini muncul menyusul beredarnya rekaman video yang memperlihatkan sekelompok suporter Spanyol menginjak-injak bendera 'Israel' di jalanan Madrid.

Surat kabar 'Israel', Yedioth Ahronoth, melaporkan insiden tersebut sebagai cerminan dari apa yang mereka sebut sebagai anti-'Israel' yang semakin menguat di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir. Ketegangan ini disebut kian memburuk di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan kini merembet ke ranah olahraga.

Dalam video berdurasi singkat yang telah ditonton jutaan kali di media sosial, tampak para suporter menginjak bendera 'Israel', lalu memberi gestur kepada sebuah mobil yang melintas agar turut melindas bendera tersebut. Pengemudi mobil itu dilaporkan melakukannya sambil tersenyum di tengah sorak-sorai massa yang hadir.

Perayaan yang melibatkan lebih dari satu juta orang di jalanan ibu kota Spanyol itu juga dikaitkan oleh media 'Israel' dengan insiden sebelumnya. Yedioth Ahronoth mengingatkan publik pada bintang Barcelona, Lamine Yamal, yang sempat memicu kontroversi global setelah terlihat mengibarkan bendera Palestina di atas bus terbuka saat merayakan gelar juara Liga Spanyol.

Gelombang kemarahan di media sosial 'Israel' turut disuarakan oleh sejumlah aktivis dan tokoh publik dengan kecaman serta retorika tajam.

Yosef Haddad, seorang aktivis 'Israel', mempertanyakan kaitan antara pelecehan terhadap bendera 'Israel' dan perayaan kemenangan sepak bola, sambil mengeklaim bahwa Spanyol beserta sebagian besar Eropa telah jatuh akibat kebijakan pemerintah yang dianggap radikal serta menuding para imigran Timur Tengah memperparah gelombang anti-Semitisme.

Nada serupa disampaikan oleh Avi Yezekiel yang melontarkan kritik keras kepada warga 'Israel' karena sempat mendukung atau merayakan kemenangan Spanyol, seraya menyebut mereka sebagai pihak yang "tidak berpikir panjang."

Sementara itu, Yariv Rosenstein menanggapi insiden tersebut dengan nada balas dendam dan menyatakan niat pribadinya untuk melecehkan bendera Spanyol jika 'Israel' kelak menjuarai Piala Dunia, disusul oleh Ben Dorin yang melontarkan komentar lebih ekstrem dengan menuduh Spanyol sebagai negara yang "anti-Semit dan telah mengalami islamisasi."

Insiden penginjakan bendera ini telah menggeser perayaan olahraga tersebut menjadi narasi politik yang lebih luas di 'Israel' mengenai penurunan citra mereka di Eropa. Di sisi lain, respons dari para komentator 'Israel' memperlihatkan eskalasi cepat dari pelaporan sebuah insiden menjadi retorika kemarahan, generalisasi, dan kecaman terbuka terhadap pemerintah serta masyarakat Spanyol secara keseluruhan. (zarahamala/arrahmah.id)