Memuat...

Investigasi Haaretz: Netanyahu Pakai Uang Rakyat untuk Hidup Mewah

Zarah Amala
Jumat, 26 Juni 2026 / 11 Muharam 1448 11:32
Investigasi Haaretz: Netanyahu Pakai Uang Rakyat untuk Hidup Mewah
Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara (Getty)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Sebuah investigasi mendalam yang dilakukan oleh surat kabar 'Israel', Haaretz, mengungkap pola pengeluaran publik yang fantastis untuk renovasi, keamanan, dan pemeliharaan berbagai properti pribadi serta resmi yang digunakan oleh keluarga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Laporan tersebut menyoroti dugaan penggunaan dana negara yang mencapai puluhan hingga ratusan juta syekel untuk membiayai gaya hidup dan kebutuhan kediaman keluarga tersebut di tengah kebijakan kerahasiaan yang ketat.

Investigasi tersebut mengungkap sedikitnya tujuh lokasi kediaman yang terkait dengan Netanyahu, yang sebagian besar menyedot anggaran negara dalam jumlah masif. Daftar tersebut mencakup Istana Balfour yang telah direnovasi selama empat tahun dengan biaya sekitar 50 juta syekel meski kini tidak dihuni, serta Vila Kaisarea pribadi yang terus diperbaiki dengan biaya 1,7 juta syekel pasca-serangan Hizbullah.

Selain itu, negara dilaporkan mengucurkan 10 juta syekel untuk Apartemen Jalan Gaza 35 meski bangunan itu dijadwalkan untuk dihancurkan, menyalurkan ratusan ribu syekel untuk memperbaiki kediaman warisan ayah Netanyahu, hingga sempat memanfaatkan Mansion Simon Falic sebelum dihentikan akibat dugaan pelanggaran hukum.

Ketidakefisienan anggaran juga terlihat dari jutaan syekel yang terbuang untuk perencanaan kediaman di Kompleks Pemerintah yang akhirnya ditolak oleh Shin Bet karena alasan keamanan, serta pembiayaan sewa gedung mewah baru di Yerusalem sebagai kediaman "rahasia" yang hingga kini tidak memberikan transparansi rincian biaya kepada publik.

Selain biaya properti yang masif, laporan Haaretz menyoroti penggunaan staf pemerintah untuk kepentingan pribadi keluarga, termasuk dugaan pelayanan kebutuhan harian seperti menyiapkan makanan bagi putra Netanyahu, Yair, serta pembangunan salon kecantikan khusus bagi Sarah Netanyahu di dalam salah satu kediaman yang didanai negara.

Kondisi ini diperparah dengan adanya konsolidasi kekuasaan di lingkaran terdekat Netanyahu, di mana penunjukan orang-orang kepercayaan di kantor Perdana Menteri dan pengawas negara membuat pengawasan terhadap anggaran ini menjadi sangat minim.

Haaretz mencatat perbedaan mencolok antara pengeluaran untuk keluarga Netanyahu dengan pendahulunya, seperti Naftali Bennett, yang meski memiliki anggaran renovasi, jumlahnya jauh dari nilai yang dikucurkan untuk keluarga Netanyahu. Haaretz menyimpulkan bahwa kebiasaan belanja dan tuntutan keluarga Netanyahu tidak memiliki preseden dalam sejarah kepemimpinan 'Israel'.

Pemerintah dan juru bicara Perdana Menteri hingga saat ini menolak memberikan penjelasan transparan mengenai sumber pendanaan bagi kediaman "rahasia" terbaru tersebut, termasuk apakah terdapat kontribusi dana pribadi Netanyahu atau seluruhnya dibebankan kepada pembayar pajak. Temuan ini memicu kritik keras mengenai etika penggunaan uang negara di tengah situasi ekonomi dan konflik yang terus menekan publik 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)