Memuat...

Peserta Calon Pengelola Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil, Sudah Tiga Korban

Ameera
Kamis, 25 Juni 2026 / 10 Muharam 1448 21:16
Peserta Calon Pengelola Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil, Sudah Tiga Korban
Peserta Calon Pengelola Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil, Sudah Tiga Korban

JAKARTA (Arrahmah.id) – Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan meninggalnya satu peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) bagi calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Dengan kejadian ini, total sudah tiga peserta program calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan KNMP yang meninggal dunia selama mengikuti pendidikan militer pada tahun 2026.

Peserta yang meninggal dunia tersebut adalah Novia Rahmadhani Sihotang. Almarhumah mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Pusbahasa Kodiklatau), Jakarta.

"Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Rabu (24/6/2026).

Menurut Rico, Novia sempat mengalami gangguan kesehatan pada Senin (22/6) saat menjalani pendidikan latsarmil. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, kondisi Novia terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (23/6). Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, gangguan kesehatan yang dialaminya berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB).

Rico menjelaskan, seluruh peserta latsarmil, termasuk Novia, telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan untuk memastikan kesiapan fisik mereka.

Selain itu, pihak penyelenggara juga telah memberikan penanganan medis sesuai prosedur terhadap peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama masa pendidikan.

Meski demikian, Kemhan memastikan akan melakukan evaluasi terhadap sistem pelaksanaan latsarmil guna meningkatkan keamanan dan keselamatan para peserta.

"Saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program," ujar Rico.

Sebelumnya, dua peserta Program SPPI lainnya juga meninggal dunia saat mengikuti latsarmil. Mereka adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Anisa Muyassaroh meninggal dunia akibat heat stroke saat menjalani pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.

Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi fisik pada 17 Juni 2026 saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja.

Yonanda sempat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan keterangan medis, ia dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung.

(ameera) arrahmah.id)