Memuat...

Iran Peringatkan AS dan 'Israel', Perang Bisa Meluas ke Laut Merah

Zarah Amala
Jumat, 25 September 2026 / 14 Rabiulakhir 1448 10:31
Iran Peringatkan AS dan 'Israel', Perang Bisa Meluas ke Laut Merah
Penasihat militer Iran, Yahya Rahim Safavi. (Foto: Kantor Berita Tasnim, via Wikimedia Commons)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran Yahya Rahim Safavi memperingatkan Amerika Serikat dan 'Israel' agar tidak kembali menyerang Iran. Ia mengatakan perang baru dapat memperluas medan konflik hingga Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, bahkan Samudra Hindia.

“Jika Amerika dan Zionis menyerang kami, medan perang akan meluas,” kata Safavi, dikutip Al Mayadeen, Kamis (24/9/2026). Ia menambahkan bahwa jika AS memulai perang baru, front baru yang berpusat di sekitar Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab dapat terbuka.

Menurut Safavi, keterhubungan antara Teluk, Laut Merah, Selat Hormuz, dan Bab al-Mandab akan mengubah peta konflik. Dalam pernyataan terpisah yang dikutip media Iran, ia juga mengatakan bahwa konflik yang sebelumnya meluas dari Teluk Persia dan Selat Hormuz ke Laut Merah berpotensi bergerak lebih jauh ke Samudra Hindia jika serangan baru terjadi.

Safavi turut menyinggung kemampuan militer kelompok Ansarallah atau Houtsi di Yaman. Ia mengatakan kelompok tersebut memiliki tujuan dan strategi sendiri serta telah mengalami kemajuan signifikan dalam produksi senjata.

Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis kawasan. Pada Rabu (23/9), kapal kargo CAPE DAO berbendera Antigua dan Barbuda menjadi sasaran serangan sekitar 2,5 mil laut dari wilayah Musandam, Oman, di dekat Selat Hormuz.

Pusat Keamanan Maritim Oman mengatakan 27 awak kapal dievakuasi oleh kapal Angkatan Laut Oman. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di ruang mesin dan menewaskan satu awak. Otoritas Oman tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Sebelumnya, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal kargo terkena proyektil tak dikenal saat melintas di Selat Hormuz. Insiden tersebut memicu kebakaran dan membuat kapal terombang-ambing. UKMTO tidak mengidentifikasi pelaku serangan.

Safavi mengatakan Ansarallah memiliki kepentingan dan strategi sendiri. Pernyataan tersebut menjadi penting karena Bab al-Mandab merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu jalur utama pelayaran antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Sementara itu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dan Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan pasukan Iran siap melancarkan serangan lanjutan terhadap AS dan 'Israel' jika terjadi serangan baru. Pernyataan tersebut menyebut respons Iran akan bersifat “menghancurkan dan tidak terduga”.

Peringatan Iran disampaikan ketika Washington dan Teheran masih terlibat dalam ketegangan terkait perang, sanksi ekonomi, dan situasi di Selat Hormuz. Pejabat kedua negara juga sebelumnya melakukan pembicaraan di sela-sela Sidang Umum PBB di New York untuk membahas kemungkinan mengakhiri konflik. (zarahamala/arrahmah.id)