TEL AVIV (Arrahmah.id) – Kementerian Luar Negeri “Israel” mengumumkan telah mendeportasi dua aktivis internasional, Tiago Ávila dan Saeed Abu Keshk, yang sebelumnya ditahan saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza.
Dalam pernyataan resminya, dikutip dari Al Jazeera, pihak “Israel” menyebut kedua aktivis telah menjalani proses pemeriksaan dan interogasi sebelum diputuskan untuk dipulangkan ke luar wilayahnya. Namun, tidak dijelaskan secara rinci negara tujuan deportasi tersebut.
“Israel” juga kembali menegaskan sikapnya untuk mempertahankan blokade laut terhadap Gaza, serta melarang segala upaya yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap pembatasan tersebut.
Sementara itu, lembaga hukum Adalah yang mendampingi para aktivis menyebutkan bahwa badan keamanan dalam negeri “Israel” (Shin Bet) telah menginformasikan pembebasan keduanya dari tahanan imigrasi sebelum proses deportasi dilakukan.
Penahanan Kapal Global Sumud Flotilla (GSF)
Penahanan terjadi setelah “Israel” menghentikan sejumlah kapal dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF), sebuah armada kemanusiaan yang terdiri dari puluhan kapal dari berbagai negara dengan tujuan menyalurkan bantuan ke Gaza dan menantang blokade laut.
Armada tersebut berangkat dari pelabuhan di Prancis dan Spanyol pada 12 April, dengan ratusan aktivis internasional dari berbagai negara. Sejumlah kapal kemudian dicegat di laut, sementara puluhan aktivis ditahan oleh pihak “Israel”.
Beberapa negara, termasuk Spanyol dan Brasil, mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya tidak sesuai dengan hukum internasional.
Armada GSF Reposisi di Turki
Di sisi lain, pihak penyelenggara Global Sumud Flotilla (GSF) mengumumkan bahwa armada mereka telah melakukan reposisi di pelabuhan Marmaris, Turki, setelah insiden pencegatan di laut internasional.
Kapal-kapal tersebut sebelumnya sempat berhenti di sekitar perairan Yunani sebelum melanjutkan perjalanan ke Turki untuk melakukan perbaikan teknis, pemeriksaan keselamatan, dan pengaturan ulang logistik.
Penyelenggara menyebut langkah ini bersifat sementara sebelum melanjutkan fase berikutnya untuk kembali mencoba menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Latar Belakang
Global Sumud Flotilla (GSF) merupakan inisiatif internasional untuk menembus blokade laut “Israel” terhadap Gaza. Gerakan ini muncul di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut sejak eskalasi konflik pada Oktober 2023.
Blokade terhadap Gaza telah diberlakukan sejak 2007 dan hingga kini masih menjadi sorotan berbagai organisasi internasional dan aktivis hak asasi manusia.
(Samirmusa/arrahmah.id)
