Memuat...

Kedubes Iran Ejek Trump soal Dokumen UFO, Disebut Alihkan Isu Kekalahan dari Iran

Hanoum
Ahad, 10 Mei 2026 / 23 Zulkaidah 1447 12:04
Kedubes Iran Ejek Trump soal Dokumen UFO, Disebut Alihkan Isu Kekalahan dari Iran
foto ilustrasi. [Foto: X]

CAPETOWN (Arrahmah.id) -- Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan menyindir Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah Pentagon merilis dokumen rahasia terkait UFO atau Unidentified Flying Objects. Melalui unggahan satir di media sosial X, Kedubes Iran menuduh langkah tersebut dilakukan untuk mengalihkan perhatian publik dari konflik Amerika Serikat dengan Iran yang disebut berakhir buruk bagi Washington.

Unggahan itu dipublikasikan pada Jumat (8/5/2026) waktu setempat melalui akun resmi Kedubes Iran di Afrika Selatan. Dalam unggahan tersebut, Trump digambarkan bersama makhluk alien ala film Hollywood. Kedubes Iran menyatakan bahwa pemerintah AS sedang mencoba mengalihkan perhatian dunia dari situasi perang melawan Iran dengan membuka arsip-arsip lama tentang UFO.

“Trump ingin mengalihkan perhatian publik dari perang melawan Iran,” tulis Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan dalam unggahannya di platform X, dikutip New York Post (9/5).

Sebelumnya, Pentagon merilis ratusan dokumen, video, laporan intelijen, dan kesaksian saksi mata terkait fenomena udara tak dikenal. Dokumen itu dipublikasikan atas instruksi Presiden Donald Trump dan disebut sebagai bagian dari “upaya transparansi bersejarah” pemerintah AS kepada publik. Arsip tersebut mencakup laporan FBI, transkrip misi NASA, hingga kesaksian pilot militer Amerika Serikat mengenai fenomena misterius di udara.

Namun, perilisan dokumen UFO justru memicu kritik di media sosial Amerika Serikat. Sejumlah tokoh politik dan publik menilai langkah itu hanya strategi pengalihan isu dari berbagai masalah besar yang sedang dihadapi pemerintahan Trump, termasuk konflik dengan Iran, kasus Jeffrey Epstein, hingga persoalan ekonomi domestik.

Mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, turut mengkritik langkah pemerintahan Trump. Ia menyebut publikasi dokumen UFO sebagai “propaganda pengalih perhatian” di tengah meningkatnya tekanan terhadap pemerintah AS.

Dalam unggahannya di media sosial, Greene mengatakan masyarakat seharusnya lebih fokus pada perang luar negeri dan persoalan ekonomi ketimbang isu UFO.

“Administrasi paling transparan dalam sejarah masih belum merilis semua file Epstein,” tulis Greene.

Kritik juga datang dari komedian dan podcaster AS, Tim Dillon. Dalam podcast-nya, Dillon menilai pemerintah AS sedang menciptakan kepanikan publik lewat isu UFO. “Mereka mencoba membuat orang ketakutan dan kehilangan akal sehat,” ujarnya seperti dikutip media internasional.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sendiri masih berlangsung dalam beberapa bulan terakhir menyusul konflik di kawasan Timur Tengah. Iran sebelumnya mengklaim berhasil menghadapi tekanan militer dan ekonomi dari Washington, sementara pemerintahan Trump terus meningkatkan tekanan diplomatik maupun militer terhadap Teheran. Situasi itu membuat isu UFO yang tiba-tiba dimunculkan Pentagon menjadi bahan perdebatan luas di media sosial maupun media internasional. (hanoum/arrahmah.id)