DAMASKUS (Arrahmah.id) – Kementerian Dalam Negeri Suriah mengumumkan pada Sabtu malam (9/5/2026) bahwa pihaknya telah menangkap Mayor Jenderal Wajih Ali Al-Abdullah, yang selama 13 tahun menjabat sebagai Direktur Kantor Urusan Militer Presiden terguling Bashar al-Assad.
Al-Abdullah disebut sebagai salah satu tokoh penting dalam lingkaran dalam rezim lama, serta memiliki peran langsung dalam koordinasi berbagai kebijakan keamanan dan dugaan pelanggaran berat terhadap warga sipil Suriah selama masa tugasnya di istana kepresidenan.
Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebut bahwa unit keamanan dalam negeri, bekerja sama dengan Direktorat Anti-Terorisme, telah melaksanakan “operasi keamanan cepat” yang berhasil mengamankan Al-Abdullah.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa ia menjabat di Kantor Urusan Militer antara tahun 2005 hingga 2018, periode yang oleh pemerintah saat ini disebut sebagai “masa paling berdarah” dalam sejarah negara tersebut.
Penangkapan ini merupakan bagian dari rangkaian operasi penegakan hukum terhadap sejumlah mantan pejabat dan perwira militer yang diduga terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia selama konflik panjang di Suriah.
Sebelumnya, aparat keamanan juga telah menahan Brigadir Jenderal Khodr Ahmad Dioub yang diduga terlibat dalam serangan kimia di Ghouta Timur, serta Amjad Yusuf yang disebut sebagai pelaku utama pembantaian di distrik Tadamon pada tahun 2013.
Pemerintah Suriah yang baru menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menstabilkan keamanan dalam negeri serta memburu tokoh-tokoh rezim sebelumnya yang diduga terlibat dalam pelanggaran terhadap warga sipil selama periode konflik 2011–2024.
(Samirmusa/arrahmah.id)
