HEBRON (Arrahmah.id) - Pasukan 'Israel' menghancurkan Khirbet al-Taban di Masafer Yatta, selatan Hebron, dan menggusur sekitar 12 keluarga Palestina. Penghancuran rumah juga terjadi di sejumlah wilayah lain di Tepi Barat, sementara serangan pemukim, pembakaran kendaraan, penangkapan, serta perusakan lahan terus berlangsung.
Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman Palestina menyebut pemerintah 'Israel' telah menyita lebih dari 100 ribu dunam tanah Palestina melalui berbagai mekanisme militer, administratif, dan hukum. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya mengubah kondisi demografis Tepi Barat.
Di sejumlah wilayah, pasukan 'Israel' juga meratakan puluhan dunam lahan dan mencabut pohon. Pemukim dilaporkan membakar tiga kendaraan Palestina di Beita serta menyerang warga dan aktivis solidaritas di beberapa daerah.
Direktur Pusat Hurriyat, Helmi al-A'raj, menyebut serangan pemukim dan penghancuran rumah sebagai bagian dari “terorisme negara yang terorganisasi”. Ia mengatakan lebih dari 1.200 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat sejak 7 Oktober, termasuk 25 orang yang dibunuh oleh pemukim.
Sementara itu, pakar urusan 'Israel' Nahru Jumhur menilai pemerintah 'Israel' tetap memberikan dukungan kepada pemukim melalui pendanaan, persenjataan, dan perlindungan militer.
Ia juga menyoroti perluasan permukiman yang disebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai salah satu pencapaian pemerintahnya. Menurutnya, kebijakan tersebut menguntungkan Netanyahu secara politik, tetapi dalam jangka panjang dapat semakin merusak posisi 'Israel' di dunia internasional dan mengikis kemungkinan pemisahan wilayah Palestina dan 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)
