Memuat...

Rincian Baru tentang Operasi 'Israel' yang Digagalkan dan Penculikan Petugas Keamanan Gaza

Zarah Amala
Kamis, 3 September 2026 / 22 Rabiulawal 1448 10:08
Rincian Baru tentang Operasi 'Israel' yang Digagalkan dan Penculikan Petugas Keamanan Gaza
Otoritas Gaza mengidentifikasi seorang petugas keamanan yang diculik selama operasi 'Israel' pada Selasa, 1 September 2026. (Foto: melalui media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Rincian baru muncul terkait operasi pasukan khusus 'Israel' di Gaza City bagian barat pada Selasa (1/9/2026). Operasi tersebut dilaporkan menargetkan seorang tokoh keamanan Palestina, namun target utama berhasil meloloskan diri. Seorang aparat Keamanan Dalam Negeri Palestina, Mu'in Muhammad al-Arabid, justru ditangkap pasukan 'Israel'.

Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan pasukan 'Israel' menyusup ke kawasan Al-Katiba menggunakan kendaraan sipil dengan dukungan serangan udara intensif. Al-Arabid terluka sebelum ditangkap. Dalam operasi itu, istrinya, Samah al-Khaldi atau Umm Muhammad al-Arabid, tewas dan sejumlah anak mereka terluka.

Menurut laporan yang beredar di media sosial Palestina, al-Khaldi mengambil senjata dan melawan pasukan 'Israel' setelah suaminya terluka dan ditangkap. Aktivis Palestina mengklaim ia menewaskan dua anggota pasukan 'Israel' sebelum akhirnya terluka dan tewas bersama putrinya. Putranya juga dilaporkan mengalami luka serius. Klaim tersebut belum disertai konfirmasi independen.

Platform keamanan Al-Hares menyebut operasi tersebut bertujuan menangkap seorang tokoh penting dalam struktur keamanan kelompok perlawanan Palestina. Pasukan Palestina disebut berhasil mendeteksi keberadaan unit 'Israel' sebelum target utama ditangkap. Al-Hares juga mengklaim pasukannya menimbulkan korban di pihak 'Israel' serta menyita sejumlah senjata dan peralatan.

Platform tersebut juga menyatakan tiga warga Palestina yang bekerja sama dengan 'Israel' ditangkap karena diduga menjalankan tugas pendukung dan pengumpulan informasi terkait operasi tersebut. Identitas mereka belum diumumkan.

Setelah keberadaan pasukan khusus 'Israel' terungkap, terjadi bentrokan bersenjata di kawasan tersebut. Sumber lapangan mengatakan 'Israel' kemudian meningkatkan serangan udara, aktivitas drone, dan tembakan untuk memberikan perlindungan bagi pasukannya saat mundur.

Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut lebih dari 10 pesawat tempur 'Israel' dikerahkan dan melancarkan serangkaian serangan berat setelah pasukan khusus tersebut terungkap. Serangan itu dilaporkan menyebabkan warga Palestina tewas dan terluka. Pemerintah Gaza juga menyatakan sejumlah anggota pasukan khusus 'Israel' tewas dalam bentrokan, meski klaim tersebut belum diverifikasi secara independen. (zarahamala/arrahmah.id)