TEPI BARAT (Arrahmah.id) -- Pasukan 'Israel' menahan sedikitnya 53 warga Palestina dalam operasi militer di Kota Biddu, barat laut Yerusalem, pada Senin (21/9/2026), sehari setelah penembakan di dekat permukiman Halamish yang menewaskan seorang warga 'Israel'. Penahanan massal tersebut menjadi bagian dari operasi pencarian yang berlangsung di Biddu dan sejumlah wilayah Tepi Barat setelah seorang warga Palestina dari daerah itu ditangkap karena diduga terlibat dalam penembakan tersebut.
Dilansir Al Jazeera (21/9), pasukan 'Israel' menggelar penggerebekan sebelum fajar di Biddu dan menggunakan sebuah rumah yang disita sebagai lokasi penahanan serta pemeriksaan. Kegubernuran Yerusalem Palestina mengatakan sedikitnya 53 pemuda ditahan di lokasi tersebut ketika operasi masih berlangsung. Pasukan 'Israel' juga dilaporkan menggeledah sejumlah rumah dan menutup akses ke berbagai fasilitas di kota itu.
Operasi tersebut berlangsung sehari setelah penembakan di dekat Halamish, permukiman 'Israel' di barat laut Ramallah. Militer 'Israel' mengatakan seorang pria bersenjata menembaki kendaraan di kawasan tersebut, menewaskan seorang warga 'Israel' dan melukai beberapa orang lainnya. Menurut keterangan militer 'Israel', tersangka ditembak dan terluka sebelum kemudian ditangkap di sebuah rumah sakit di Ramallah.
Arab News melaporkan bahwa tersangka ditemukan di rumah sakit setelah sebelumnya terluka dalam insiden tersebut. Otoritas Palestina, sementara itu, mengatakan pasukan 'Israel' memasuki rumah sakit di Ramallah dan menangkap seorang pasien Palestina yang sedang menjalani perawatan.
Di Biddu, operasi militer berlanjut sepanjang Senin. Wali Kota Biddu Nazmi Mansour mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan 'Israel' menyebar di berbagai bagian kota, melakukan penggeledahan rumah dan menyebabkan sekolah, kantor serta sejumlah toko tutup. Ia juga mengatakan sejumlah warga mengalami kekerasan selama operasi, sementara penduduk diminta tetap berada di rumah.
Kelompok Palestinian Prisoners Society juga melaporkan bahwa lebih dari 100 warga Palestina menjalani pemeriksaan lapangan di sejumlah wilayah Tepi Barat dalam dua hari terakhir, meskipun sebagian besar dari mereka kemudian dibebaskan.
Menurut kelompok tersebut, pemeriksaan terutama berlangsung di Biddu dan Al-Mughayyir, sebelah timur Ramallah. Informasi ini berasal dari organisasi yang menangani isu tahanan Palestina dan belum disertai penjelasan rinci dari militer 'Israel' mengenai seluruh kasus yang disebutkan.
Menurut data Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), lebih dari 1.330 serangan yang berkaitan dengan pemukim 'Israel' terhadap warga Palestina tercatat antara Januari hingga akhir Juli 2026. Sementara itu, data OCHA hingga akhir Agustus, melaporkan 79 warga Palestina, termasuk 19 anak-anak, tewas di Tepi Barat akibat tindakan pasukan atau pemukim Israel sejak awal 2026. (hanoum/arrahmah.id)
