MENTOK (Arrahmah.id) — Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Bangka Barat dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya terkait potensi timbulnya kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan.
Kendati demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat memastikan bahwa jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada periode Juli hingga Agustus 2026 tidak mengalami peningkatan, melainkan berada dalam tren yang stagnan.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangka Barat, dr. Ratnosoppi, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekapitulasi data dari seluruh Puskesmas di wilayah tersebut, jumlah kasus ISPA tercatat sebanyak 1.292 kasus pada bulan Juli 2026 dan mengalami sedikit penurunan menjadi 1.279 kasus pada Agustus 2026.
Grafik Kasus ISPA Sepanjang Tahun 2026
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, grafik kasus ISPA sepanjang tahun 2026 terpantau stabil dan tidak menunjukkan lonjakan ekstrem di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla:
Januari: 1.932 kasus
Februari: 1.082 kasus
Maret: 1.023 kasus
April: 1.522 kasus
Mei: 1.179 kasus
Juni:b1.283 kasus
Juli: 1.292 kasus
Agustus: 1.279 kasus
Antisipasi Dini oleh Masyarakat
Menanggapi fenomena kabut asap yang kembali pekat melanda kawasan Kota Mentok dan sekitarnya pada bulan September ini, pihak Dinas Kesehatan menyatakan masih melakukan rekapitulasi data secara berkala.
"Untuk kasus ISPA di bulan September, karena bulannya belum berakhir, jadi kita belum bisa menyimpulkan," ujar dr. Ratnosoppi, Kamis (17/9).
Ia menduga bahwa kestabilan angka kasus ISPA ini juga dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat yang semakin baik dalam mengantisipasi dampak buruk asap karhutla. Warga dinilai sudah terbiasa dan sigap menggunakan masker serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika bau atau kepekatan asap mulai tidak lazim.
Imbauan dan Langkah Pencegahan
Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat bersama jajaran fasilitas pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit dan Puskesmas, terus menggencarkan imbauan kesehatan melalui berbagai platform media.
Imbauan ini berfokus pada edukasi pencegahan penyakit pernapasan akibat polusi udara dan asap karhutla.
"Diharapkan masyarakat dapat mengakses informasi tersebut dan mengetahui langkah-langkah pencegahan penyakit pernapasan akibat peningkatan asap," pungkasnya.
(ameera/arrahmah.id)
