Memuat...

Karhutla Sebabkan Asap Tebal di Bangka Barat, Dinas Kesehatan Pastikan Kasus ISPA Juli–Agustus 2026 Masih Stagnan

Ameera
Ahad, 20 September 2026 / 9 Rabiulakhir 1448 21:13
Karhutla Sebabkan Asap Tebal di Bangka Barat, Dinas Kesehatan Pastikan Kasus ISPA Juli–Agustus 2026 Masih Stagnan
Karhutla Sebabkan Asap Tebal di Bangka Barat, Dinas Kesehatan Pastikan Kasus ISPA Juli–Agustus 2026 Masih Stagnan

MENTOK (Arrahmah.id) — Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Bangka Barat dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya terkait potensi timbulnya kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Kendati demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat memastikan bahwa jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada periode Juli hingga Agustus 2026 tidak mengalami peningkatan, melainkan berada dalam tren yang stagnan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangka Barat, dr. Ratnosoppi, mengungkapkan bahwa berdasarkan rekapitulasi data dari seluruh Puskesmas di wilayah tersebut, jumlah kasus ISPA tercatat sebanyak 1.292 kasus pada bulan Juli 2026 dan mengalami sedikit penurunan menjadi 1.279 kasus pada Agustus 2026.

Grafik Kasus ISPA Sepanjang Tahun 2026

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, grafik kasus ISPA sepanjang tahun 2026 terpantau stabil dan tidak menunjukkan lonjakan ekstrem di tengah ancaman kabut asap akibat karhutla:

Januari: 1.932 kasus

Februari: 1.082 kasus

Maret: 1.023 kasus

April: 1.522 kasus

Mei: 1.179 kasus

Juni:b1.283 kasus

Juli: 1.292 kasus

Agustus: 1.279 kasus

Antisipasi Dini oleh Masyarakat

Menanggapi fenomena kabut asap yang kembali pekat melanda kawasan Kota Mentok dan sekitarnya pada bulan September ini, pihak Dinas Kesehatan menyatakan masih melakukan rekapitulasi data secara berkala.

"Untuk kasus ISPA di bulan September, karena bulannya belum berakhir, jadi kita belum bisa menyimpulkan," ujar dr. Ratnosoppi, Kamis (17/9).

Ia menduga bahwa kestabilan angka kasus ISPA ini juga dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat yang semakin baik dalam mengantisipasi dampak buruk asap karhutla. Warga dinilai sudah terbiasa dan sigap menggunakan masker serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika bau atau kepekatan asap mulai tidak lazim.

Imbauan dan Langkah Pencegahan

Sebagai langkah preventif, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat bersama jajaran fasilitas pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit dan Puskesmas, terus menggencarkan imbauan kesehatan melalui berbagai platform media.

Imbauan ini berfokus pada edukasi pencegahan penyakit pernapasan akibat polusi udara dan asap karhutla.

"Diharapkan masyarakat dapat mengakses informasi tersebut dan mengetahui langkah-langkah pencegahan penyakit pernapasan akibat peningkatan asap," pungkasnya.

(ameera/arrahmah.id)