Memuat...

Kementerian Dalam Negeri IIA: 95% Pasukan Imarah Islam Telah Berseragam

Hanin Mazaya
Ahad, 23 Agustus 2026 / 11 Rabiulawal 1448 15:07
Kementerian Dalam Negeri IIA: 95% Pasukan Imarah Islam Telah Berseragam
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa 95% personel pasukan Imarah Islam Afghanistan (IIA) di seluruh negeri telah memiliki seragam, dan proses distribusi bagi sisa personel lainnya sedang berlangsung.

Menurut kementerian tersebut, sejumlah komite telah dibentuk di semua provinsi untuk memantau pelaksanaan proses ini.

Abdul Matin Qani, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan: "Sekitar 95% aparat keamanan kami telah dilengkapi dengan seragam, dan mereka diwajibkan untuk mengenakannya."

Sementara itu, warga menganggap penggunaan seragam oleh aparat keamanan sebagai hal penting untuk mengurangi tindak kriminal serta membedakan antara personel resmi dan individu yang tidak berwenang, lansir Tolo News (23/8/2026).

Azizullah, seorang warga Kabul, mengatakan: "Seragam memungkinkan kita membedakan warga sipil dari aparat keamanan. Penggunaan seragam sangat penting bagi aparat keamanan, dan hal ini membantu mencegah pencurian serta insiden lainnya."

Sohaib, warga Kabul lainnya, mengatakan: "Ada berbagai macam orang di negeri ini, dan tanpa adanya seragam, nama pasukan Imarah Islam bisa saja disalahgunakan dengan berbagai cara."

Namun, bagaimana seragam dapat memengaruhi disiplin dan kinerja aparat keamanan?

Asadullah Nadim, seorang analis militer, mengatakan: "Bagi aparat keamanan, khususnya polisi, seragam berfungsi sebagai bentuk identitas, dan polisi harus selalu membawa identitas tersebut."

Para analis berpendapat bahwa pemantauan penggunaan seragam juga sangat penting untuk mencegah individu yang tidak berwenang mendapatkan akses ke seragam dan atribut aparat keamanan serta menyalahgunakannya.

Kementerian Dalam Negeri sebelumnya juga telah mengumumkan bahwa mereka memantau penggunaan seragam resmi oleh aparat kepolisian di ibu kota maupun di berbagai provinsi. (haninmazaya/arrahmah.id)