KABUL (Arrahmah.id) - Setelah beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Afghanistan, Kementerian Dalam Negeri Imarah Islam Afghanistan (IIA) menanggapi dengan mengatakan kepada Tolo News bahwa keamanan telah terjamin di seluruh negeri.
Abdul Mateen Qani, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, mengatakan: "Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk khawatir diculik di sini atau keamanan mereka terancam. Memastikan keselamatan semua orang, terutama tamu dan wisatawan asing, adalah salah satu prioritas utama kami."
Sebelumnya, selain Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Jerman juga mengeluarkan peringatan yang menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Afghanistan.
Mereka menyebutkan risiko serangan teroris, penahanan sewenang-wenang, penculikan, dan konflik bersenjata sebagai alasan peringatan perjalanan ini.
Analis militer Sayed Moqaddam Amin mengatakan: "Selama beberapa tahun terakhir, situasi keamanan tidak sampai menyebabkan warga negara asing diganggu di sini. Namun, dalam beberapa hari terakhir, beberapa negara—khususnya Pakistan—telah menyebarkan propaganda negatif tentang situasi politik dan keamanan Afghanistan."
Analis militer lainnya, Asadullah Nadim, menyatakan: "Beberapa pemerintah khawatir tentang warga negara mereka yang bepergian ke Afghanistan karena tidak ada hubungan diplomatik formal. Akibatnya, mereka terutama bergantung pada informasi yang diberikan melalui media untuk mengambil keputusan."
Hal ini terjadi setelah Kementerian Informasi dan Kebudayaan mengumumkan kemarin (23/7/2026) bahwa 10.000 wisatawan asing mengunjungi Afghanistan selama tahun lalu. (haninmazaya/arrahmah.id)
