Memuat...

Kemlu RI Terus Upayakan Pembebasan 4 ABK WNI yang Disandera Perompak Somalia, Negosiasi Masih Berlangsung

Ameera
Senin, 1 Juni 2026 / 16 Zulhijah 1447 21:05
Kemlu RI Terus Upayakan Pembebasan 4 ABK WNI yang Disandera Perompak Somalia, Negosiasi Masih Berlangsung
Kemlu RI Terus Upayakan Pembebasan 4 ABK WNI yang Disandera Perompak Somalia, Negosiasi Masih Berlangsung

JAKARTA (Arrahmah.id) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mengupayakan pembebasan empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) MT Honour 25 dan saat ini masih ditahan oleh perompak di perairan Somalia.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan bahwa Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi dan Konsul Kehormatan Indonesia di Somalia terus memantau perkembangan situasi secara intensif serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.

"Saat ini Kemlu via KBRI Nairobi dan Konsul Kehormatan Somalia masih terus memantau secara intensif perkembangan situasi awak kapal WNI dimaksud. Tim berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan dan otoritas setempat," ujar Heni dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).

Menurut Heni, berdasarkan informasi terakhir yang diterima pemerintah Indonesia, proses negosiasi dengan kelompok perompak masih berlangsung. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah tebusan yang diminta oleh para pelaku pembajakan.

Di tengah proses negosiasi tersebut, Kemlu bersama pihak terkait juga terus memantau kondisi para ABK WNI yang berada di atas kapal.

Pemantauan dilakukan terhadap kondisi kesehatan awak kapal serta ketersediaan logistik yang mereka perlukan selama masa penyanderaan.

"Kondisi para awak kapal juga terus dipantau, termasuk aspek kesehatan dan ketersediaan logistik di atas kapal. Terdapat tantangan teknis terkait penyediaannya karena posisi kapal yang jauh dari jangkauan," kata Heni.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan terus memberikan pelindungan dan penanganan terbaik bagi para WNI yang terdampak insiden tersebut.

"Kemlu dan Perwakilan RI terkait terus mengupayakan pelindungan dan penanganan terbaik bagi para WNI. Kiranya kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah informasi telah terverifikasi," ujarnya.

Sebelumnya, informasi mengenai penyanderaan empat WNI tersebut sempat beredar luas di media sosial. Dalam sebuah video yang beredar, seorang WNI yang berada di atas kapal meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk membebaskan mereka dari tangan para perompak.

Kapal MT Honour 25 diketahui dibajak di perairan Hafun, Somalia, pada 22 April 2026. Kapal tersebut diawaki oleh 15 orang kru yang terdiri atas empat WNI serta awak kapal asal Pakistan, India, dan Myanmar.

Sementara itu, berdasarkan data Kemlu RI, saat ini terdapat sekitar 321 ABK WNI yang bekerja di berbagai kapal dan terdata oleh pemerintah.

Jumlah tersebut terdiri atas 81 awak kapal nelayan, 188 awak kapal niaga, dan 44 awak kapal perikanan. Data tersebut masih terus diperbarui melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Pemerintah berharap proses negosiasi dapat berjalan lancar sehingga seluruh awak kapal, termasuk empat WNI yang disandera, dapat segera dibebaskan dan kembali ke tanah air dengan selamat.

(ameera/arrahmah.id)