Memuat...

Konvoi Internasional untuk Palestina Tertahan di Perbatasan Irak

Hanoum
Kamis, 13 Agustus 2026 / 1 Rabiulawal 1448 05:27
Konvoi Internasional untuk Palestina Tertahan di Perbatasan Irak
Koordinator Palestine Convoy, Ali Cengiz. [Foto: Ilkha]

ERBIL (Arrahmah.id) -- Konvoi internasional untuk Palestina tertahan di perlintasan Ibrahim Khalil di perbatasan Irak-Turki dan meminta pemerintah Irak segera memberikan izin untuk melanjutkan perjalanan menuju Tepi Barat. Konvoi yang berangkat dari Bosnia dan Herzegovina pada 25 Juli 2026 itu memasuki Irak setelah melintasi sejumlah negara Eropa dan Turki, tetapi dihentikan sejak Selasa malam, 11 Agustus, tanpa penjelasan yang menurut penyelenggara memadai.

Konvoi tersebut merupakan gerakan sipil internasional yang menyatakan diri sebagai aksi solidaritas terhadap rakyat Palestina. Berdasarkan rencana perjalanan yang diumumkan penyelenggara, rombongan bergerak melalui Bosnia dan Herzegovina, Albania, Yunani, Turki, Irak, dan kemudian Yordania sebelum menuju Palestina. Penyelenggara menargetkan perjalanan selama sekitar 28 hari.

Dilansir ILKHA (12/6/2026), rombongan telah menyelesaikan perjalanan melintasi Turki dan memasuki Irak melalui perlintasan Habur. Setelah tiba di kawasan perbatasan Ibrahim Khalil, perjalanan mereka dihentikan. Penyelenggara kemudian menggelar konferensi pers dan mendesak otoritas Irak serta komunitas internasional membantu membuka jalur bagi rombongan tersebut.

Koordinator Palestine Convoy, Ali Cengiz, mengatakan rombongan sebelumnya telah berkomunikasi dengan otoritas Irak selama sekitar dua bulan. Ia menyebut konvoi tersebut merupakan aksi sipil dan damai yang selama perjalanan mematuhi aturan yang berlaku.

“Kami belum menerima jawaban yang jelas mengenai alasan konvoi kami dihentikan,” kata Ali Cengiz. Ia menilai penghentian perjalanan tanpa penjelasan yang jelas tidak dapat diterima dan meminta otoritas Irak segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Cengiz mengatakan konvoi telah melewati empat negara sebelumnya tanpa mengalami hambatan berarti. Menurutnya, para peserta tetap melakukan perjalanan secara damai dan berupaya menjaga komunikasi dengan pemerintah negara-negara yang dilalui.

“Konvoi kami yang berangkat dari Bosnia pada 25 Juli kini telah mencapai perbatasan negara kelima. Kami melewati empat negara yang kami lalui dengan mematuhi hukum internasional, secara damai dan tanpa hambatan,” ujar Cengiz.

Penyelenggara juga menyatakan khawatir terhadap kondisi para peserta yang harus menunggu dalam cuaca panas. Mereka menyoroti keberadaan perempuan, anak-anak, dan lansia di antara rombongan serta memperingatkan bahwa penundaan berkepanjangan dapat menimbulkan persoalan kesehatan.

“Ada anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia yang menunggu di sini dalam cuaca yang sangat panas. Masalah kesehatan dapat terjadi dalam kondisi seperti ini,” kata Cengiz, seraya meminta pemerintah Irak dan perwakilan diplomatik terkait membantu membuka perjalanan sesegera mungkin.

Palestine Convoy sebelumnya mengumumkan bahwa perjalanan darat tersebut dimaksudkan untuk memperkuat solidaritas internasional terhadap Palestina. Rute yang direncanakan mencakup sekitar 30 titik pemberhentian, dengan sejumlah kegiatan solidaritas dan pertemuan publik di sepanjang perjalanan. Situs resmi konvoi mencatat perjalanan dimulai pada 25 Juli dan dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Agustus.

Dalam pernyataan resminya, penyelenggara mengatakan mereka menggunakan kendaraan sendiri dan membawa setidaknya satu ambulans sebagai bagian dari misi kemanusiaan. Mereka menyatakan tujuan akhirnya adalah mencapai Palestina melalui jalur darat dan melanjutkan kegiatan solidaritas setelah memperoleh izin untuk meneruskan perjalanan. (hanoum/arrahmah.id)