NEW YORK (Arrahmah.id) - Wali Kota terpilih New York Zohran Mamdani terlibat perang pernyataan dengan Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu menjelang kunjungan Netanyahu ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB.
Dalam wawancara dengan CNN, Mamdani menyebut Netanyahu sebagai “penjahat perang” dan “arsitek genosida” terhadap rakyat Palestina. Ia mengatakan penilaiannya didasarkan pada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu.
Mamdani mempertanyakan alasan Netanyahu seolah mendapat pengecualian dari pertanggungjawaban berdasarkan hukum internasional, merujuk pada keputusan ICC terkait dugaan kejahatan dalam perang Gaza.
ICC pada November 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan 'Israel' Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang di Gaza.
Namun, Mamdani mengakui pemerintah kota New York tidak memiliki kewenangan hukum independen untuk mengeksekusi surat perintah tersebut. Pernyataan itu berbeda dengan janji kampanyenya sebelumnya untuk menangkap Netanyahu jika ia datang ke New York.
Pada Juli lalu, Mamdani mengatakan pemerintahannya telah mempelajari opsi hukum yang tersedia, tetapi menyimpulkan bahwa pemerintah kota tidak memiliki kewenangan langsung untuk menjalankan surat perintah ICC. Ia kemudian meminta pemerintah federal AS mengambil tanggung jawab tersebut.
Netanyahu membalas dengan menuduh Mamdani menghasut kebencian terhadap warga Yahudi dan mendukung Hamas.
“Memalukan, Tuan Mamdani, karena menghasut kerusuhan terhadap warga Yahudi New York,” kata Netanyahu.
“Saya akan datang ke PBB dan mengatakan kebenaran tentang tentara kami. Saya juga akan mengatakan kebenaran tentang Anda,” ujarnya.
Netanyahu dijadwalkan memberikan pidato di Sidang Umum PBB pada Jumat. Ia diperkirakan hanya berada di New York dalam waktu singkat dan langsung kembali ke Tel Aviv setelah pidato untuk menghindari demonstrasi yang diperkirakan akan berlangsung.
Menurut laporan media 'Israel', kunjungan tersebut juga disertai pengamanan dan pengaturan logistik yang tidak biasa. Yedioth Ahronoth melaporkan pesawat Netanyahu kemungkinan tidak akan mendarat di Bandara John F. Kennedy dan akan menggunakan pangkalan militer di New Jersey atau Bandara Newark.
Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap potensi demonstrasi dan situasi keamanan selama kunjungan.
Ketegangan menjelang kedatangan Netanyahu berlangsung di tengah perubahan sikap publik Amerika, terutama di kalangan anak muda, terhadap isu hak-hak Palestina setelah perang di Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)
