Memuat...

Militer 'Israel' Gali Parit, Isolasi Warga Palestina di Lembah Yordan

Zarah Amala
Selasa, 22 September 2026 / 11 Rabiulakhir 1448 11:31
Militer 'Israel' Gali Parit, Isolasi Warga Palestina di Lembah Yordan
Warga membawa wadah air di al-Ras al-Ahmar, setelah parit yang digali tentara 'Israel' memblokir jalur akses terakhir menuju komunitas tersebut (Quds News Network).

LEMBAH YORDAN (Arrahmah.id) - Sebuah parit yang digali militer 'Israel' menutup akses terakhir menuju Khirbet al-Ras al-Ahmar di Lembah Yordan utara, menyebabkan warga terisolasi selama sepekan dan menghambat pasokan air, makanan, pakan ternak, serta akses anak-anak ke sekolah.

Menurut Quds News Network (QNN), akses menuju komunitas tersebut semakin sulit dalam tiga bulan terakhir. Namun, penggalian parit sekitar sepekan lalu menutup satu-satunya jalur yang masih digunakan warga untuk keluar-masuk dan mengangkut kebutuhan pokok.

Warga mengatakan kendaraan kini tidak dapat mencapai permukiman seperti sebelumnya. Akibatnya, pasokan air minum dan makanan terhambat, sementara pakan ternak sulit didatangkan.

Lutfi Bani Odeh, warga sekaligus peternak, mengatakan keluarganya dan warga lain kini hidup dalam kondisi yang disebutnya sebagai “pengepungan”.

“Air kami terputus, pakan tidak sampai kepada domba, dan anak-anak kami tidak bisa pergi ke sekolah,” kata Bani Odeh kepada QNN.

Ia mengatakan pasien juga kesulitan mencapai klinik atau rumah sakit. Dokter hewan pun tidak dapat dengan mudah mendatangi peternak yang membutuhkan bantuan.

Bani Odeh memperkirakan sekitar 15.000 domba terdampak kekurangan air dan sulitnya memperoleh pakan.

Pembatasan akses juga mempersempit lahan penggembalaan. Data lokal yang dikutip QNN menyebut para peternak sebelumnya memanfaatkan sekitar 360.000 dunam lahan penggembalaan di kawasan tersebut, tetapi sekitar 90 persen di antaranya kini tidak dapat diakses atau sulit digunakan.

Kondisi itu membuat peternak semakin bergantung pada pakan yang dibeli, sementara jalur distribusinya kini terputus.

Petani setempat juga melaporkan kerugian akibat kekurangan air yang berdampak pada tanaman, termasuk anggur, tomat, dan paprika.

Bani Odeh mengatakan beberapa anak domba yang baru lahir mengalami masalah kesehatan, tetapi pemiliknya kesulitan mendatangkan dokter hewan untuk memeriksanya.

Warga meminta organisasi kemanusiaan dan lembaga hak asasi manusia segera turun tangan, terutama untuk memastikan ketersediaan air minum, pakan ternak, layanan medis, serta akses aman bagi anak-anak dan kebutuhan pokok.

Mereka juga mendesak agar jalur menuju al-Ras al-Ahmar dibuka kembali sehingga pasokan air, makanan, layanan kesehatan, dan kebutuhan penting lainnya dapat masuk ke komunitas tersebut. (zarahamala/arrahmah.id)