RIYADH (Arrahmah.id) -- Mufti Agung Arab Saudi Sheikh Saleh bin Fawzan Al-Fawzan menyerukan kepada pasukan Saudi yang berada di garis depan agar siap mengorbankan nyawa dalam menghadapi milisi Syiah Houtsi di Yaman. Pernyataan yang disampaikan melalui media pemerintah Saudi itu muncul ketika serangan antara Houtsi dan Arab Saudi meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Dilansir Reuters (25/9/2026), Al Fawzan meminta tentara yang ditempatkan di wilayah perbatasan Saudi-Yaman tetap siap menjalankan tugas, mematuhi penguasa dan komandan militer, serta melaksanakan perintah dengan disiplin. Ia juga menyerukan kekalahan Houtsi dan pihak-pihak yang mendukung kelompok tersebut.
Dalam pernyataannya, Al Fawzan menggambarkan mempertahankan wilayah Saudi sebagai salah satu kewajiban penting. Ia menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis mengenai pengorbanan serta pembelaan terhadap agama untuk menekankan pesan kepada para prajurit. Ia juga menyebut pasukan yang menjaga wilayah Saudi sebagai pihak yang mempertahankan tempat-tempat suci umat Islam.
Menurut laporan Reuters, Houtsi dalam beberapa waktu terakhir melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone ke wilayah Saudi, sementara Arab Saudi membalas dengan serangan udara terhadap posisi Houtsi di Yaman.
Konflik tersebut berkaitan dengan perang saudara Yaman yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Arab Saudi melakukan intervensi militer di Yaman sejak 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional dan menghadapi Houtsi yang menguasai ibu kota Sanaa. Pertempuran kemudian relatif mereda setelah gencatan senjata 2022, sebelum kembali meningkat dalam konteks konflik regional yang lebih luas pada 2026.
Reuters melaporkan pasukan Houtsi telah memperoleh posisi strategis di sepanjang pantai Laut Merah Yaman, termasuk wilayah yang memengaruhi akses menuju selat Bab el-Mandeb. Jalur tersebut merupakan salah satu rute penting bagi pelayaran internasional yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Tekanan terhadap Saudi juga mendorong koordinasi dengan sejumlah negara. Reuters melaporkan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan akan menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk membahas dukungan terhadap Riyadh berdasarkan pakta pertahanan bersama yang baru dibentuk. Turki sebelumnya menyatakan kesiapan membantu memenuhi kebutuhan militer Saudi dalam kerangka kerja sama tersebut.
Seruan Al Fawzan menjadi salah satu pernyataan keagamaan paling tegas yang muncul di tengah meningkatnya ketegangan tersebut. Bagi pemerintah Saudi, pesan itu menekankan kewajiban mempertahankan wilayah dan mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. (hanoum/arrahmah.id)
