Memuat...

Mujahid: Pakistan Mengacaukan Stabilitas Kawasan

Hanin Mazaya
Sabtu, 26 September 2026 / 15 Rabiulakhir 1448 15:12
Mujahid: Pakistan Mengacaukan Stabilitas Kawasan
Zabiullah Mujahid. (Foto: amu.tv)

KANDAHAR (Arrahmah.id) - Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan, mengkritik keras kebijakan Pakistan saat ini terhadap dunia dan negara-negara tetangga dalam sebuah pidato di sekolah agama Hamadia di Aino Mina, Kandahar, dengan menuduh negara tersebut mengacaukan stabilitas kawasan.

Mujahid mengatakan Pakistan melancarkan serangan terhadap Afghanistan sebagai upaya untuk melepaskan diri dari "Kesepakatan Pertahanan Bersama Mekkah," menampilkan citra seolah-olah sedang berperang dengan Afghanistan, serta mengalihkan perhatian publik dari masalah domestik mereka sendiri.

Mujahid mengatakan: "Pakistan baru-baru ini menandatangani pakta Mekkah, dan Arab Saudi juga telah meminta Pakistan untuk memenuhi komitmennya. Tanpa rasa malu, Pakistan menyerang Afghanistan setelah sehari sebelumnya mengklaim bahwa Afghanistan telah melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) terhadap Pakistan—klaim yang sama sekali tidak berdasar. Melalui serangan-serangan semacam itu, Pakistan ingin melepaskan diri dari pakta Mekkah dan menunjukkan kepada dunia seolah-olah mereka sedang terlibat perang di Afghanistan."

Mujahid menegaskan bahwa Imarah Islam tidak mendukung pihak lawan dari negara mana pun dan menyatakan bahwa tanggapan yang tepat akan diberikan terhadap serangan yang dilakukan oleh pasukan Pakistan, lansir Tolo News (25/9/2026).

Mujahid menambahkan: "Kami tidak mendukung pihak lawan dari negara mana pun. Jika kami melakukannya, situasinya pasti akan berbeda sekarang. Klaim Pakistan bahwa TTP berada di Afghanistan juga terbukti tidak berdasar melalui serangan-serangan mereka baru-baru ini, karena serangan tersebut menyasar fasilitas sipil. Namun, kami tentu akan memberikan tanggapan."

Sementara itu, para ulama mengkritik apa yang mereka sebut sebagai sikap diam negara-negara Islam, ulama Pakistan, dan rakyat Pakistan terkait serangan Pakistan terhadap wilayah Afghanistan.

Syekh Abdul Hadi Hammad, pimpinan Yayasan Islam Hamadia di Kandahar, mengatakan: "Keluhan saya tertuju pada para ulama dan rakyat Pakistan: mengapa mereka tetap diam menghadapi sistem mereka yang zalim, yang menyerang sebuah negara yang tidak berdaya? Kami juga kecewa terhadap negara-negara Islam yang tetap diam atas serangan Pakistan, padahal mereka bereaksi cepat terhadap peristiwa-peristiwa di belahan dunia lain."

Namun, para analis berpendapat bahwa melalui serangan terhadap Afghanistan, Pakistan berupaya menutupi masalah domestik dan kegagalan mereka di hadapan masyarakat internasional. Bilal Fatimi, seorang analis politik, mengatakan: "Melalui tindakan semacam itu, Pakistan ingin mengalihkan perhatian dari kegagalan domestiknya serta komitmen yang telah dibuatnya kepada masyarakat internasional."

Sayed Haroon Hashemi, seorang analis politik, mengatakan: "Pakistan akan semakin terisolasi akibat tindakan tersebut, namun serangan terhadap Afghanistan akan harus dibayar mahal oleh Pakistan."

Dalam beberapa hari terakhir, Pakistan telah melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Afghanistan, termasuk Paktia, Khost, dan Kandahar, yang menewaskan empat warga sipil.

Imarah Islam menyatakan akan merespons serangan-serangan tersebut pada waktu yang tepat. (haninmazaya/arrahmah.id)