Memuat...

Pakistan Bombardir Pusat Kekuasaan Pemimpin IIA

Hanoum
Jumat, 25 September 2026 / 14 Rabiulakhir 1448 05:14
Pakistan Bombardir Pusat Kekuasaan Pemimpin IIA
Kobaran api dan asap membubung dari area yang terkena serangan udara di Kandahar. [Foto: BBC]

KANDAHAR (Arrahmah.id) -- Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Afghanistan pada Kamis (24/9/2026), termasuk ke Kandahar, kota yang menjadi pusat kekuasaan dan tempat pemimpin tertinggi Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA), Hibatullah Akhundzada, bermarkas. Serangan tersebut terjadi setelah Islamabad menuduh Afghanistan menjadi lokasi penyimpanan dan peluncuran drone yang digunakan dalam serangan lintas batas ke Pakistan.

Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengatakan, seperti dilansir BBC (24/9), militer Pakistan menyerang 10 lokasi di Afghanistan yang disebut digunakan untuk menyimpan dan meluncurkan drone. Menurut Islamabad, operasi itu dilakukan terhadap sasaran militer yang dianggap berkaitan langsung dengan serangan terhadap Pakistan.

Salah satu lokasi yang dilaporkan terkena serangan adalah Kandahar, di Afghanistan bagian selatan. Seorang warga kepada AFP mengatakan mendengar suara pesawat jet sebelum ledakan besar terjadi dan kemudian melihat kebakaran di pusat kota. Kandahar memiliki arti strategis karena merupakan basis utama kekuasaan IIA sekaligus tempat pemimpin tertingginya, Hibatullah Akhundzada, bermukim.

Namun, laporan yang tersedia belum memastikan bahwa Akhundzada berada di lokasi ketika serangan berlangsung atau bahwa kediaman maupun markas pribadinya secara langsung terkena serangan.

Serangan terbaru itu merupakan bagian dari meningkatnya ketegangan Pakistan-Afghanistan. Islamabad menuduh pemerintahan IIA membiarkan kelompok bersenjata, termasuk Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), menggunakan wilayah Afghanistan untuk merencanakan dan melancarkan serangan ke Pakistan. Pemerintah IIA membantah tuduhan tersebut dan mengatakan persoalan keamanan Pakistan merupakan masalah internal negara itu.

Konteksnya semakin tegang setelah serangan terhadap sebuah kompleks kepolisian di Kohat, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang menurut laporan AFP. Islamabad mengaitkan meningkatnya kekerasan tersebut dengan kelompok bersenjata yang beroperasi dari wilayah Afghanistan. IIA, sebaliknya, menolak tuduhan bahwa pemerintah Afghanistan terlibat dalam serangan drone terhadap Pakistan.

Pemerintah IIA kemudian mengatakan serangan terbaru menewaskan empat warga sipil dan menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap wilayah Afghanistan.

Juru bicara IIA Zabihullah Mujahid mengatakan pemerintah Afghanistan akan memberikan “respons yang sesuai”, sementara Kementerian Luar Negeri IIA memanggil kuasa usaha Pakistan di Kabul untuk menyampaikan protes diplomatik. (hanoum/arrahmah.id)