Memuat...

Pakistan Kembali Menuduh Serangan di Wilayahnya Berasal dari Afghanistan

Hanin Mazaya
Senin, 21 September 2026 / 10 Rabiulakhir 1448 15:17
Pakistan Kembali Menuduh Serangan di Wilayahnya Berasal dari Afghanistan
(Foto: Reuters/Sayed Hassib)

ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Meskipun Imarah Islam Afghanistan telah mengutuk serangan baru-baru ini di Kohat, Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan kembali menuding bahwa serangan tersebut berasal dari Afghanistan.

Merujuk pada pernyataan Kementerian Luar Negeri Imarah Islam yang mengutuk serangan itu, kementerian Pakistan tersebut menegaskan bahwa kecaman terhadap serangan semacam itu harus disertai dengan tindakan nyata, lansir Tolo News (20/9/2026).

Sebuah pernyataan dari Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan berbunyi: "Kami mengecam keras serangan baru-baru ini terhadap warga sipil dan aparat kepolisian yang sedang menunaikan salat Jumat di Kohat. Serangan tersebut dilakukan oleh elemen-elemen yang memiliki akar di Afghanistan."

Aziz Maarij, seorang mantan diplomat, mengatakan: "Imarah Islam perlu mengambil tindakan tegas terkait masalah ini dan secara resmi meminta Pakistan, di tingkat internasional, untuk memberikan bukti dan dokumentasi. Jika tidak, pengaduan harus diajukan terhadap Pakistan di Mahkamah Internasional demi menjaga martabat dan reputasi Afghanistan serta mencegah Pakistan melontarkan tuduhan serupa di masa mendatang."

Sementara itu, juru bicara militer Pakistan, dalam sebuah wawancara dengan Arab News, merujuk pada Perjanjian Doha dan menegaskan bahwa Imarah Islam telah berkomitmen untuk memerangi terorisme serta harus mematuhi komitmen tersebut.

Ahmed Sharif Chaudhry, juru bicara militer Pakistan, mengatakan: "Sebagaimana yang mereka janjikan dalam Perjanjian Doha, dokumen tersebut mewajibkan mereka untuk memerangi terorisme. Inilah yang kami tuntut dari mereka. Jika mereka tidak melakukannya, Pakistan berhak membela diri dan akan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Pakistan menyatakan bahwa mereka tidak akan memiliki pilihan lain."

Mohammad Fayaz Safi, seorang pakar urusan politik, mengatakan: "Merupakan fakta bahwa negara tetangga kita menerima pendanaan untuk berbagai proyek, dan ketika mereka gagal melaksanakan proyek-proyek tersebut, mereka melimpahkan tanggung jawabnya kepada negara tetangga."

Meskipun Imarah Islam Afghanistan belum memberikan komentar terbaru mengenai masalah ini, mereka sebelumnya telah menegaskan bahwa wilayah Afghanistan tidak menimbulkan ancaman bagi Pakistan maupun negara lain mana pun, serta menekankan bahwa tidak ada kelompok yang akan diizinkan beroperasi dari tanah Afghanistan.  (haninmazaya/arrahmah.id)