Memuat...

Pasukan Houtsi Bergerak Mendekati Aden, Kini Berjarak 80 Km dari Ibu Kota Sementara Yaman

Zarah Amala
Selasa, 3 November 2026 / 24 Jumadilawal 1448 11:30
Pasukan Houtsi Bergerak Mendekati Aden, Kini Berjarak 80 Km dari Ibu Kota Sementara Yaman
Para pendukung Houtsi mengikuti unjuk rasa di Sanaa untuk menggalang lebih banyak anggota yang bersedia bergabung, 7 Oktober 2026. (Getty)

ADEN (Arrahmah.id) - Pasukan Houtsi dilaporkan telah bergerak hingga berjarak sekitar 80 kilometer dari Aden, kota pelabuhan yang menjadi basis utama sekaligus ibu kota sementara pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Informasi tersebut disampaikan empat sumber militer kepada Reuters pada Senin (2/11/2026).

Kemajuan ini membawa pasukan Houtsi lebih dekat ke Aden dibandingkan kapan pun sejak awal perang pada 2015. Saat itu, kelompok tersebut sempat memasuki kota sebelum akhirnya dipukul mundur.

Serangan terbaru membuka front baru yang berpotensi memperluas konflik regional di tengah perang AS-'Israel' melawan Iran. Houtsi dan Arab Saudi kini semakin terseret ke dalam konflik tersebut.

Houtsi meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman. Sebagai respons, koalisi pimpinan Saudi memperhebat serangan terhadap posisi-posisi Houtsi di Yaman.

Eskalasi ini sekaligus meruntuhkan gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022. Kesepakatan tersebut sebelumnya berhasil menghentikan sebagian besar serangan besar dalam perang yang dimulai pada 2014, ketika Houtsi menggulingkan pemerintah dari Sanaa.

Kemajuan pasukan Houtsi mengancam sejumlah posisi strategis di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Aden dengan Kota Taiz. Jalur tersebut merupakan akses penting bagi wilayah barat daya Yaman.

Serangan ini merupakan bagian dari ofensif yang lebih luas sejak September. Saat itu, pasukan Houtsi bergerak menyusuri pesisir Laut Merah dan merebut sejumlah wilayah di sekitar Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia sekaligus rute utama ekspor minyak Arab Saudi ke Asia.

Menurut sumber-sumber militer, kemajuan tersebut membuka peluang bagi Houtsi untuk mengepung pasukan pemerintah dari sisi luar di sepanjang pegunungan yang menghadap Selat Bab al-Mandab. Padahal, pasukan pemerintah baru saja mengusir para pejuang Houtsi dari kawasan tersebut beberapa pekan sebelumnya.

Serangan Houtsi terhadap Aden juga meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kelompok itu menyerang bandara Aden pada Rabu pekan lalu setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan evakuasi. Istana kepresidenan di kota tersebut juga menjadi sasaran serangan pada Oktober.

Pertempuran antara pasukan Houtsi dan pasukan pemerintah dilaporkan masih berlangsung pada Senin di sebuah kamp militer di pintu masuk Distrik Tur al-Bahah, salah satu jalur utama menuju Aden. Lokasi tersebut berjarak sekitar 50 kilometer dari ibu kota Provinsi Lahj dan 80 kilometer dari Aden.

Menurut sumber-sumber militer, Houtsi melancarkan serangan terhadap posisi pasukan pemerintah di Distrik Al-Maqatirah tiga hari sebelumnya dan kini telah menguasai seluruh wilayah tersebut. Kawasan pegunungan itu menghadap jalan penghubung Taiz dan Aden.

Serangan tersebut memaksa pasukan pemerintah mundur ke arah Tur al-Bahah, kata sumber-sumber tersebut. Menteri Informasi Yaman belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Pejabat Houtsi, Hamid Rizq, mengunggah sebuah video yang diklaim memperlihatkan para pejuang kelompok itu memasuki Souq al-Rabouh di Distrik Al-Maqatirah. Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi video tersebut secara independen.

Jalur itu merupakan satu-satunya akses yang tersisa selama perang untuk menghubungkan wilayah yang dikuasai pemerintah dengan Taiz.

Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman, telah terkepung sejak awal Oktober setelah Houtsi memutus jalan utama di sisi selatan yang menghubungkan kota tersebut dengan Aden. Pengepungan itu telah menyebabkan lebih dari 100.000 orang mengungsi serta memicu kelangkaan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan. (zarahamala/arrahmah.id)