TEHERAN (Arrahmah.id) - Lima ledakan terdengar di Pulau Qeshm, Iran selatan, dan suaranya dilaporkan terdengar hingga Selat Hormuz serta Kota Bandar Abbas. Di tengah laporan tersebut, sejumlah media AS mengutip pejabat pemerintah yang menyebut militer Amerika Serikat telah melancarkan serangan terbatas ke pulau strategis itu.
Axios mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Senin (2/11/2026) meluncurkan rudal dari Pulau Qeshm ke arah sebuah jet tempur AS di Selat Hormuz.
Pejabat tersebut menyebut sebuah pesawat militer AS kemudian melancarkan serangan yang diklaim sebagai tindakan membela diri dan menghancurkan fasilitas peluncuran rudal di pulau tersebut.
CNN juga mengutip seorang pejabat AS yang menyatakan bahwa militer Amerika melancarkan serangan terbatas ke Pulau Qeshm sebagai langkah pertahanan.
Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan bahwa AS menyerang pulau tersebut pada Senin, meski tidak merinci sasaran maupun bentuk serangannya.
Kantor berita Iran melaporkan terdengar lima ledakan di Pulau Qeshm. Kekuatan ledakan tersebut mengindikasikan kemungkinan adanya serangan terhadap sejumlah lokasi di dalam pulau. Beberapa warga juga mengaku melihat dua pesawat terbang melintas di wilayah udara Qeshm.
Kantor berita Fars turut melaporkan suara ledakan yang berasal dari arah laut di Bandar Lengeh, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Koresponden Al Jazeera, Rania Qasimi, melaporkan bahwa warga Pulau Qeshm, yang terletak di pintu masuk bagian barat Selat Hormuz, mendengar lima ledakan tersebut. Suaranya juga terdengar oleh penduduk Pulau Hormuz dan Kota Bandar Abbas.
Namun, hingga laporan tersebut disusun, belum diketahui secara pasti penyebab ledakan. Belum jelas apakah ledakan berasal dari serangan udara atau terjadi di laut akibat serangan terhadap kapal maupun benturan kapal dengan ranjau laut.
Ledakan itu terjadi tidak lama setelah IRGC mengumumkan telah menembak jatuh sebuah drone AS jenis MQ-9 di sebelah timur Selat Hormuz. Garda Revolusi juga mengklaim telah menguasai dua drone AS jenis MQM-170 yang terbang di atas Pulau Qeshm.
Direktur Biro Al Jazeera di Teheran, Nouruddin al-Daghir, mengatakan salah satu dugaan yang mengemuka adalah serangan terhadap fasilitas pertahanan udara Iran. Kemungkinan lainnya, serangan tersebut berkaitan dengan peluncuran proyektil atau drone ke arah kapal-kapal di jalur selatan Selat Hormuz.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa jenis dan sasaran serangan belum dapat dipastikan. Belum diketahui apakah sistem pertahanan udara Iran diserang menggunakan drone AS, rudal, atau pesawat tempur.
Dalam pernyataan pada Senin (2/11), IRGC mengklaim operasi penembakan jatuh drone-drone AS dilakukan menggunakan sistem pertahanan udara canggih terbaru milik Angkatan Dirgantara Garda Revolusi. Sistem tersebut disebut beroperasi di bawah kendali jaringan pertahanan udara terpadu Iran.
Menurut pernyataan itu, jumlah drone AS dari jenis tersebut yang berhasil dikuasai personel elite IRGC kini mencapai empat unit.
AS klaim serangan bersifat defensif
Wall Street Journal mengutip sejumlah pejabat AS yang membenarkan bahwa militer Amerika menyerang Pulau Qeshm pada Senin (2/11). Namun, laporan tersebut tidak memerinci sasaran maupun dampak serangan.
Para pejabat itu mengatakan AS telah melancarkan serangan terbatas terhadap Iran selama beberapa pekan terakhir. Mereka menyebut operasi tersebut bersifat defensif dan bertujuan mencegah Iran menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Seorang pejabat AS mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump terus menangani ancaman terhadap pasukan Amerika di kawasan tersebut. Namun, Washington sengaja tidak banyak mengungkap operasi militernya agar tidak menimbulkan kesan bahwa AS berniat kembali melancarkan operasi tempur berskala besar.
Sementara itu, jaringan NewsNation mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan bahwa serangan terhadap Pulau Qeshm menyasar perangkat radar dan fasilitas peluncuran rudal.
Pejabat tersebut menyebut serangan itu dilakukan sebagai respons atas penggunaan rudal permukaan-ke-udara oleh Iran terhadap aset-aset militer AS.
Pulau Qeshm terletak di pintu masuk Selat Hormuz dan memiliki posisi strategis untuk mengawasi serta mengendalikan lalu lintas pelayaran di jalur tersebut.
Perkembangan ini terjadi di tengah ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan Amerika Serikat terkait aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu koridor strategis utama bagi distribusi energi dan komoditas dunia, sekaligus menjadi salah satu isu penting dalam perundingan antara kedua negara. (zarahamala/arrahmah.id)
