Memuat...

Pasukan 'Israel' Tangkap Jurnalis Palestina-Amerika di Tepi Barat

Zarah Amala
Kamis, 17 September 2026 / 6 Rabiulakhir 1448 11:02
Pasukan 'Israel' Tangkap Jurnalis Palestina-Amerika di Tepi Barat
Naqqa Hamed ditangkap 'Israel' setelah menjadi sasaran kampanye daring (QNN)

TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Pasukan 'Israel' menangkap jurnalis Palestina-Amerika Naqqa Hamed, koresponden Press TV, di sebuah pos pemeriksaan militer dekat Kota Tuqu, tenggara Betlehem, Tepi Barat yang diduduki, pada Selasa (15/9/2026).

Penangkapan tersebut terjadi setelah selama beberapa pekan muncul kampanye di media sosial yang menargetkan Hamed dan menyerukan agar ia ditangkap.

Rekan-rekan Hamed yang menyaksikan kejadian mengatakan ia sedang bepergian bersama kru kamera ketika pasukan 'Israel' menghentikan kendaraan mereka di pos pemeriksaan. Pasukan kemudian menggeledah kru, menangkap Hamed, dan membebaskan juru kamera yang bersamanya.

Menurut laporan tersebut, sejumlah akun pro-'Israel' selama lebih dari sebulan mengunggah konten serupa yang menargetkan Hamed. Mereka mempertanyakan bagaimana Hamed dapat terus meliput dari Area B tanpa ditangkap, serta menjadikan pekerjaannya untuk Press TV sebagai alasan untuk menyerukan penahanannya.

Hamed merupakan warga Palestina yang juga memegang kewarganegaraan Amerika Serikat.

Sebelumnya Dua Kali Diserang

Penangkapan itu terjadi setelah Hamed beberapa kali mengalami kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Pada 6 Agustus, pasukan 'Israel' dilaporkan menyerang Hamed dan rekan-rekannya menggunakan granat kejut ketika mereka meliput penggerebekan di Kamp Pengungsi Qalandiya, Yerusalem Timur. Saat itu, para jurnalis mengenakan rompi dan helm pers.

Pada Desember tahun lalu, pasukan 'Israel' juga menembakkan peluru karet ke arah Hamed ketika ia melakukan siaran langsung dari Qalandiya. Tembakan tersebut melukainya saat sedang melaporkan kejadian.

Hamed kemudian kembali bekerja sebagai jurnalis sebelum akhirnya menjadi sasaran kampanye daring dan ditahan pasukan 'Israel'.

Laporan tersebut menyebut pemantauan terhadap jurnalis Palestina oleh akun-akun pro-'Israel' sebagai pola yang telah terjadi sebelumnya. Sejumlah akun disebut memantau aktivitas dan lokasi jurnalis Palestina di Tepi Barat, termasuk wilayah yang dapat mereka akses, kemudian menyebarkan informasi tersebut untuk menarik perhatian aparat keamanan. (zarahamala/arrahmah.id)