SANA'A (Arrahmah.id) - Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan kelompok Ansarallah atau Houtsi terus berlangsung di sejumlah front, terutama di wilayah barat dan selatan negara tersebut. Eskalasi militer juga mendorong gelombang pengungsian dalam jumlah besar.
Pasukan pemerintah Yaman mengatakan telah menggagalkan serangan Houtsi di front Kahbub yang menghadap Selat Bab al-Mandab. Kawasan pegunungan Kahbub menjadi salah satu titik pertempuran utama dalam eskalasi terbaru.
Bentrokan juga dilaporkan terjadi di rangkaian Pegunungan Nu'man, sebelah barat Taiz. Pasukan pemerintah turut mengklaim berhasil menggagalkan upaya penyusupan Houtsi di front al-Anin, Distrik Jabal Habashi, wilayah barat Taiz.
Di Provinsi al-Bayda, juru bicara pasukan pemerintah Yaman mengatakan angkatan udara melancarkan serangan terhadap personel dan peralatan militer Houthi. Pasukan pemerintah juga melaporkan serangan terhadap posisi dan jalur pasokan Houthi di sekitar Bab al-Mandab.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington terus berkomunikasi dengan Houthi. Menurut Trump, kelompok tersebut telah menyetujui untuk tidak memerangi Amerika Serikat.
Eskalasi pertempuran turut memperburuk kondisi kemanusiaan. Unit Eksekutif Pengelolaan Kamp Pengungsi Yaman melaporkan hampir 147 ribu orang telah mengungsi di delapan provinsi akibat pertempuran terbaru. Taiz dan Lahj menjadi wilayah yang menampung jumlah pengungsi terbesar.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) sebelumnya juga melaporkan lebih dari 112 ribu orang mengungsi di dalam Yaman akibat konflik yang kembali meningkat, sementara hampir 3.000 orang lainnya menyeberang ke Djibouti melalui laut.
Pertempuran terbaru menjadi salah satu eskalasi terbesar di Yaman sejak gencatan senjata yang ditengahi PBB pada 2022. Konflik terutama terkonsentrasi di wilayah pesisir Laut Merah dan sekitar Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. (zarahamala/arrahmah.id)
