Memuat...

Pemimpin Iran Bertemu Panglima Militer Tertinggi, Keluarkan Instruksi Baru Hadapi Amerika dan “Israel”

Samir Musa
Ahad, 10 Mei 2026 / 23 Zulkaidah 1447 20:12
Pemimpin Iran Bertemu Panglima Militer Tertinggi, Keluarkan Instruksi Baru Hadapi Amerika dan “Israel”
Kombo yang mempertemukan Komandan Markas Militer Khatam al-Anbiya Iran Ali Abdollahi (kiri) dan pemimpin Iran Mojtaba Khamenei (kantor berita).

TEHERAN (Arrahmah.id) – Komandan Markas Militer Khatam al-Anbiya Iran, Ali Abdollahi, bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dan menerima “tujukan baru untuk melanjutkan operasi militer dan menghadapi musuh dengan tegas,” menurut laporan televisi Iran.

Televisi Iran dikutip Al Jazeera, menyebutkan bahwa dalam pertemuan yang tidak disebutkan waktunya itu, Abdollahi menyampaikan adanya “rencana untuk menghadapi tindakan permusuhan dari Amerika dan Zionis.” Ia menegaskan bahwa setiap “kesalahan strategis atau agresi akan dibalas dengan tegas dan cepat.”

Dalam pemaparannya di hadapan Khamenei, Abdollahi juga menegaskan kesiapan penuh untuk “membela hingga napas terakhir revolusi Islam, Iran, dan kepentingan nasionalnya,” serta memastikan bahwa seluruh pasukan berada dalam kesiapan pertahanan yang tinggi.

Sejak diumumkan menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi pada 9 Maret lalu, menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang dilaporkan tewas dalam serangan Amerika–“Israel” di Teheran pada 28 Februari, Mojtaba Khamenei belum banyak muncul di publik, yang memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.

Namun, seorang pejabat Iran sebelumnya menyatakan bahwa ia hanya mengalami luka ringan dan tetap menjalankan tugasnya.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu dengan pemimpin tertinggi selama dua setengah jam, di tengah berbagai spekulasi yang beredar terkait kesehatannya.

Pezeshkian menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan tunduk kepada musuh, dan pembicaraan mengenai negosiasi tidak berarti menyerah atau mundur.

Pembongkaran Dua Sel

Televisi Iran, mengutip Kementerian Intelijen, mengumumkan pembongkaran dua sel yang disebut terkait dengan badan intelijen dan operasi khusus “Israel” (Mossad) di Provinsi Azerbaijan Barat dan Kerman.

Kementerian menyebutkan bahwa sel di Azerbaijan Barat berhasil digagalkan sebelum melakukan operasi yang disebut “teroris” terhadap fasilitas sensitif serta rencana pembunuhan individu di Teheran. Dalam operasi itu, satu anggota sel tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat menyita sejumlah drone kecil, tiga pistol berperedam suara, senapan, rompi antipeluru, serta sejumlah besar amunisi.

Eskalasi di Selat Hormuz

Sehari sebelumnya, angkatan laut Garda Revolusi Iran menyatakan akan merespons setiap intervensi terhadap kapal tanker minyak atau kapal dagang Iran dengan serangan keras terhadap pangkalan dan kapal perang Amerika di kawasan.

Komando pasukan dirgantara Garda Revolusi Iran juga mengumumkan bahwa rudal dan drone mereka telah mengunci target pada posisi Amerika dan kapal musuh di kawasan, dan kini menunggu perintah peluncuran.

Pernyataan ini muncul setelah eskalasi militer di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir, di mana menurut klaim Iran dan laporan Komando Pusat AS (CENTCOM), terjadi saling serang antara pasukan Amerika dan Iran yang menargetkan kapal masing-masing pihak.

Amerika Serikat dan “Israel” sebelumnya melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan ke “Israel” serta target yang disebut sebagai kepentingan Amerika di kawasan.

Pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata sementara dengan mediasi Pakistan. Namun, setelah kegagalan putaran pertama perundingan di Pakistan pada 11 April, Presiden Amerika Serikat mengumumkan pemberlakuan blokade terhadap Selat Hormuz yang telah ditutup sejak 2 Maret.

(Samirmusa/arrahmah.id)