RAMALLAH (Arrahmah.id) - Serangan pemukim 'Israel' dan operasi pasukan 'Israel' terhadap warga Palestina di Tepi Barat kembali terjadi pada Jumat (11/9/2026), menyebabkan sejumlah warga terluka dan beberapa orang ditangkap.
Di Yerusalem, puluhan pemukim 'Israel' memasuki kompleks pemakaman Bab al-Rahmah di dekat tembok timur Masjid Al-Aqsha. Mereka dilaporkan melakukan ritual keagamaan dan meniup terompet di dekat makam Muslim dengan perlindungan polisi 'Israel'. Pemukim juga dilaporkan menyerang fasilitas air milik komunitas Badui Bir al-Maskub di sebelah timur Yerusalem.
Di Al-Bireh, seorang warga Palestina terluka ditembak pasukan 'Israel'. Pasukan 'Israel' juga melepaskan tembakan ke sebuah mobil Palestina hingga kendaraan tersebut terbalik.
Dua warga dari desa al-Mughayyir terluka setelah diserang pemukim di jalan yang menghubungkan Ramallah dan Jericho. Pemukim juga dilaporkan melepaskan tembakan ke arah warga Palestina ketika mereka berusaha menghalau serangan terhadap sebuah peternakan ayam di desa tersebut.
Di kawasan Air Terjun al-Auja, utara Jericho, dua warga lainnya terluka setelah dipukuli pemukim.
Sementara di wilayah Jenin, pemukim memasang bendera 'Israel' di sebuah rumah dua lantai yang masih dalam pembangunan di barat Deir Abu Da'if. Pemilik rumah sebelumnya menerima pemberitahuan pembongkaran sekitar empat hari lalu.
Di Beita, selatan Nablus, pemukim yang mendapat perlindungan tentara 'Israel' menyerang sejumlah rumah Palestina dan mencuri beberapa ekor domba. Organisasi al-Baidar untuk Pembelaan Hak Asasi Manusia mengatakan seorang warga dan sejumlah anaknya terluka setelah rumah mereka diserbu dan mereka diserang.
Pasukan 'Israel' kemudian mengeluarkan perintah pengosongan terhadap dua rumah di bagian barat Beita dan memberi pemiliknya waktu 72 jam untuk meninggalkan rumah.
Dalam operasi lain, pasukan 'Israel' menangkap enam warga Palestina saat menyerbu Kamp Al-Arroub, utara Hebron. Mereka juga menangkap dua warga, Islam Baha Zahir dan keponakannya Ayman Zahir, di Baqa al-Sharqiya, utara Tulkarm, serta seorang pemuda bernama Muhammad Nimr al-Ghoul.
Klub Tahanan Palestina mengatakan pasukan 'Israel' menangkap lebih dari 100 warga Palestina di Tepi Barat dalam sepekan terakhir, termasuk anak-anak, perempuan, mantan tahanan dan jurnalis. Penangkapan tersebut disebut disertai berbagai pelanggaran, termasuk pemukulan, interogasi lapangan, ancaman, dan dugaan eksekusi di lapangan.
'Israel' Gelar Latihan Mendadak
Di tengah meningkatnya ketegangan, militer 'Israel' pada Jumat (11/9) menggelar latihan mendadak di Tepi Barat dengan mengerahkan seluruh batalion di bawah divisi yang bertugas di wilayah tersebut.
Militer 'Israel' mengatakan latihan bertujuan menguji kesiapsiagaan menghadapi berbagai skenario tak terduga menjelang rangkaian hari raya Yahudi. 'Israel' biasanya memperketat operasi militer dan pembatasan pergerakan warga Palestina selama periode tersebut.
Ketegangan di Tepi Barat terus meningkat sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023. Selain operasi militer 'Israel', serangan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka juga meningkat.
Menurut data resmi Palestina, pemukim 'Israel' melakukan 628 serangan sepanjang Agustus, dengan jumlah terbanyak tercatat di Ramallah dan Al-Bireh, Nablus, serta Hebron. (zarahamala/arrahmah.id)
