Memuat...

Komandan Brigade Khan Yunis Gugur dalam Serangan 'Israel', Al-Qassam Berduka

Zarah Amala
Sabtu, 12 September 2026 / 1 Rabiulakhir 1448 10:46
Komandan Brigade Khan Yunis Gugur dalam Serangan 'Israel', Al-Qassam Berduka
Mendiang Muhammad Abdul Salam Al-Yazouri (Quds Press)

KHAN YUNIS (Arrahmah.id) - Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan tewasnya Muhammad Abdul Salam al-Yazouri, komandan Brigade Khan Yunis sekaligus anggota Dewan Militer Umum al-Qassam, dalam serangan udara 'Israel' di Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, al-Qassam menyebut al-Yazouri, yang dikenal dengan nama julukan Abu Haitsam, gugur pada Kamis malam (10/9/2026) akibat serangan yang ditujukan untuk membunuhnya.

Al-Qassam menyatakan al-Yazouri pernah menduduki sejumlah posisi penting di Brigade Khan Yunis. Ia sebelumnya menjabat komandan batalion Khan Yunis dan kepala intelijen brigade, sebelum menggantikan Rafi Salama sebagai komandan brigade setelah Salama gugur pada 13 Juli 2024.

Al-Qassam juga menyebut al-Yazouri berperan penting dalam perencanaan Operasi Badai Al-Aqsha. Menurut kelompok tersebut, ia pernah memimpin batalion persenjataan dan logistik serta menjadi wakil komandan brigade sebelum dipercaya memimpin Brigade Khan Yunis.

Jenazah al-Yazouri kemudian dimakamkan pada Jumat (11/9/2026) dalam prosesi pemakaman yang dihadiri banyak warga di Gaza.

Sebelumnya, militer 'Israel' mengumumkan telah membunuh dua warga Palestina di Gaza selatan, termasuk al-Yazouri, dalam serangan udara pada Kamis.

Militer 'Israel' mengatakan serangan tersebut dilakukan bersama Shin Bet dan menargetkan al-Yazouri di wilayah Khan Yunis. Serangan di kawasan al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis, juga menewaskan tiga warga Palestina dan melukai lima lainnya.

Menurut militer 'Israel', al-Yazouri bertanggung jawab mengarahkan para pejuang al-Qassam dalam merencanakan dan melaksanakan serangan terhadap pasukan 'Israel' serta warga 'Israel'. Ia juga disebut berupaya membangun kembali kekuatan Brigade Khan Yunis yang mengalami kerusakan berat selama perang.

Militer 'Israel' menambahkan bahwa dua anggota sayap militer Hamas lainnya, yakni Hudhaifa Muammar yang disebut sebagai komandan kompi, dan Muhammad Bahjat Rady, turut gugur dalam serangan tersebut.

Sejak 8 Oktober 2023, 'Israel' dengan dukungan Amerika Serikat terus melancarkan operasi militer di Gaza. Menurut laporan Al Jazeera, serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, sementara sekitar 90 persen infrastruktur Gaza mengalami kerusakan. (zarahamala/arrahmah.id)