WASHINGTON (Arrahmah.id) - Upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina terus berlanjut seiring pernyataan Amerika Serikat bahwa Rusia telah menunjukkan kesediaan untuk mencapai kesepakatan, meskipun masih terdapat perbedaan pendapat yang signifikan antara Moskow dan Kiev mengenai bagaimana konflik tersebut harus diakhiri.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesediaannya untuk mencapai kesepakatan dan mengakhiri perang dalam percakapan telepon terbaru mereka.
Trump mengatakan bahwa jika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga siap untuk mencapai kesepakatan, hal itu dapat membuka jalan bagi berakhirnya perang.
Trump menyebutkan bahwa ia telah melakukan percakapan yang sangat baik dengan Putin dan meyakini bahwa presiden Rusia tersebut ingin mencapai kesepakatan. Ia menambahkan bahwa jika Zelenskyy juga menginginkan kesepakatan, hal itu akan menjadi perkembangan positif, seraya berpendapat bahwa ketegangan antara kedua pemimpin tersebut masih menjadi hambatan utama dalam mengakhiri konflik, lansir Tolo News (11/9/2026).
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia berharap pembicaraan damai dengan Ukraina yang dimediasi oleh AS akan kembali digelar dalam waktu dekat.
Peskov menyatakan bahwa Rusia tidak berniat membahas ketentuan kesepakatan potensial apa pun secara terbuka, terutama karena saat ini belum ada rencana resmi atau peta jalan yang spesifik. Ia menambahkan bahwa terdapat inisiatif umum dan kemauan politik bersama untuk memulai kembali proses negosiasi trilateral.
Moskow juga menegaskan bahwa Amerika Serikat harus menghentikan bantuan militernya kepada Ukraina agar pertempuran dapat berhenti.
Rusia menyatakan tetap siap untuk melanjutkan negosiasi damai, meskipun belum ada peta jalan khusus untuk pembicaraan tersebut.
Pada saat yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah tiba di Kanada untuk melakukan pembicaraan mengenai kelanjutan dukungan Kanada di bidang pertahanan, ekonomi, dan energi bagi Ukraina. (haninmazaya/arrahmah.id)
