DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Pemerintah Suriah meluncurkan kampanye nasional pemberantasan narkoba dan penanganan kecanduan dengan menegaskan bahwa perang melawan peredaran narkotika merupakan program nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa menyerukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta mitra regional dan internasional untuk mengakhiri warisan produksi dan penyelundupan narkoba yang berkembang pada era pemerintahan Bashar al-Assad.
Dilansir SANA (26/6/2026), peluncuran Kampanye Nasional Pemberantasan Narkoba dan Penanganan Kecanduan ini berlangsung di Istana Konferensi, Damaskus, pada Jumat (26/6), bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Menentang Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.
Acara tersebut dihadiri Presiden Ahmad asy Syaraa, Menteri Dalam Negeri Anas Khattab, Menteri Kesehatan Musab al-Ali, serta sejumlah pejabat pemerintah dan mitra internasional. Kampanye mengusung slogan "Suriah Bebas Narkoba" dan bertujuan memperkuat pencegahan, pengobatan bagi pecandu, serta pemberantasan jaringan produksi dan penyelundupan narkotika.
Dalam pernyataannya, Ahmad asy Syaraa menegaskan bahwa persoalan narkoba bukan hanya isu keamanan, melainkan tantangan nasional yang harus ditangani secara menyeluruh.
"Pemberantasan narkoba adalah program nasional dan tanggung jawab bersama. Suriah telah mewarisi beban berat berupa produksi dan perdagangan narkoba dari rezim yang telah tumbang, sehingga menjadi prioritas negara untuk menghancurkan sumber-sumbernya, memutus jalur penyelundupan, dan mengatasi dampaknya," kata asy Syaraa.
Ia juga menambahkan bahwa Suriah "mengulurkan tangan kepada negara-negara di kawasan dan dunia untuk membangun kemitraan yang efektif dalam menghadapi ancaman lintas batas ini."
Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Anas Khattab menjelaskan bahwa pemerintah telah menjadikan pemberantasan narkoba sebagai bagian dari strategi pemulihan negara pascajatuhnya rezim Assad.
Menurutnya, ancaman narkotika tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan domestik semata karena telah berkembang menjadi kejahatan lintas negara.
"Keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan masalah narkoba hanya dapat diatasi melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat," ujar Anas Khattab.
Khattab mengungkapkan bahwa aparat Suriah dalam beberapa bulan terakhir berhasil membongkar sejumlah laboratorium produksi Captagon, menyita berton-ton bahan baku narkotika, serta memutus jaringan penyelundupan internasional.
Ia juga menyebut pemerintah telah memperkuat kerja sama keamanan dengan negara-negara tetangga dan anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) guna menghadapi jaringan perdagangan narkoba yang beroperasi lintas perbatasan.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Musab al-Ali menyatakan bahwa penanganan penyalahgunaan narkoba tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga pendekatan kesehatan masyarakat. Kementeriannya bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) untuk memperluas layanan rehabilitasi, pencegahan, dan edukasi mengenai bahaya narkotika.
Peluncuran kampanye nasional ini menjadi bagian dari agenda pemerintah transisi Suriah untuk memulihkan citra negara setelah selama bertahun-tahun dituduh menjadi pusat produksi dan penyelundupan Captagon di kawasan Timur Tengah.
Pemerintahan Ahmad asy Syaraa menyatakan berkomitmen menghapus jaringan narkoba yang berkembang pada masa pemerintahan sebelumnya sekaligus memperkuat kerja sama regional dalam memerangi kejahatan terorganisasi lintas negara. (hanoum/arrahmah.id)
