JAKARTA (Arrahmah.id) - Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung narasi “Indonesia Gelap” yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Dalam acara groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Rabu (29/4), Prabowo melontarkan pernyataan tegas kepada pihak-pihak yang dianggap pesimis terhadap kondisi Indonesia.
“Indonesia gelap, matanya buram Indonesia gelap, Indonesia terang, ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur saja,” ujar Prabowo di hadapan para tamu undangan.
Ia menilai, narasi tersebut mencerminkan sikap yang tidak patriotik dan kurang mencintai tanah air.
Bahkan, Prabowo secara terbuka menantang pihak-pihak yang menyuarakan keinginan untuk meninggalkan Indonesia agar benar-benar melakukannya jika merasa tidak nyaman.
Menurutnya, di tengah ketidakpastian global saat ini, Indonesia justru berada dalam posisi yang relatif aman dibanding banyak negara lain. Ia mengajak masyarakat untuk lebih objektif dalam melihat kondisi nasional.
“Bukalah berita, lihatlah. Kita ditempatkan sebagai negara paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh, ya kabur saja biar kita tidak gaduh,” tegasnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran pemerintah berkomitmen untuk bekerja demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
Ia menyoroti pentingnya pemerataan hasil kekayaan alam agar tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak.
Menurutnya, selama ini pengelolaan sumber daya alam Indonesia belum sepenuhnya memberikan manfaat yang adil bagi seluruh rakyat. Ia menyinggung adanya pihak-pihak yang memperoleh konsesi besar, namun tidak menunjukkan komitmen terhadap kepentingan nasional.
“Sudah terlalu lama sumber daya alam kita dikuasai oleh pedagang-pedagang yang saya pertanyakan nasionalisme mereka. Kita kasih konsesi tambang, perkebunan, bahkan kredit dari bank milik rakyat, tapi hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia,” ujarnya.
Melalui pernyataan tersebut, Prabowo menegaskan kembali arah kebijakan pemerintah yang ingin memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, sekaligus memperkuat semangat nasionalisme di tengah dinamika global.
(ameera/arrahmah.id)
