Memuat...

Serangan Rudal Hantam Universitas di Afghanistan, 7 Tewas, Kabul Tuduh Pakistan

Hanoum
Rabu, 29 April 2026 / 12 Zulkaidah 1447 04:10
Serangan Rudal Hantam Universitas di Afghanistan, 7 Tewas, Kabul Tuduh Pakistan
Rudal menghantam kawasan permukiman dan Sayed Jamaluddin Afghani University. [Foto: X]

KABUL (Arrahmah.id) -- Serangan rudal dan mortir menghantam sebuah universitas di Afghanistan timur laut dan menewaskan sedikitnya tujuh orang, dengan pemerintah di Kabul menuduh Pakistan sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam insiden yang terjadi pada 27 April 2026.

Serangan tersebut terjadi di wilayah Asadabad, Provinsi Kunar, yang berbatasan langsung dengan Pakistan. Menurut laporan Financial Times (28/4/2026) serta media internasional lain seperti Associated Press, rudal menghantam kawasan permukiman dan Sayed Jamaluddin Afghani University, menyebabkan korban jiwa dan puluhan luka-luka, termasuk mahasiswa, perempuan, dan anak-anak.

Pemerintah Afghanistan melalui juru bicaranya, Hamdullah Fitrat, menyatakan bahwa serangan dilakukan oleh militer Pakistan dan menargetkan area sipil serta institusi pendidikan.

“Kami dengan keras mengutuk serangan ini, di mana warga sipil dan institusi pendidikan menjadi sasaran. Ini adalah kejahatan perang yang tidak dapat dimaafkan,” ujar Hamdullah Fitrat.

Serangan tersebut merupakan yang pertama sejak upaya perundingan damai yang dimediasi China pada awal April 2026, yang sebelumnya diharapkan dapat meredakan ketegangan antara kedua negara. Namun, insiden ini kembali memicu eskalasi konflik di perbatasan Afghanistan–Pakistan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Pihak Pakistan membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resminya, pemerintah Pakistan menyebut laporan serangan terhadap universitas sebagai “tidak benar” dan menegaskan bahwa setiap operasi militer yang dilakukan ditujukan secara spesifik terhadap target militan dengan dasar intelijen yang jelas.

Serangan ini juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas kampus serta rumah warga di sekitar lokasi. Sejumlah laporan menyebutkan sedikitnya 85 orang mengalami luka-luka, sementara puluhan di antaranya merupakan mahasiswa yang berada di area kampus saat serangan terjadi.

Konflik antara Afghanistan dan Pakistan meningkat sejak Februari 2026, dipicu oleh serangan lintas batas dan saling tuding terkait dukungan terhadap kelompok militan. Upaya diplomatik yang melibatkan sejumlah negara, termasuk China dan negara-negara Timur Tengah, belum berhasil menghentikan bentrokan secara permanen.

Insiden ini menambah kekhawatiran internasional terhadap keselamatan warga sipil dan keberlangsungan fasilitas pendidikan di wilayah konflik, sekaligus menunjukkan rapuhnya gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua negara. (hanoum/arrahmah.id)