TEHERAN (Arrahmah.id) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin (202/7/2026) mengatakan negaranya berada dalam "perang skala penuh" dengan Amerika Serikat dan bahwa Teheran harus menerima dampak dari konflik tersebut.
“Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Iran terlibat dalam perang skala penuh,” kata Pezeshkian, menambahkan bahwa “kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini,” katanya, menurut pernyataan kepresidenan, seperti dilansir AFP.
“Medan perang terpenting saat ini adalah ekonomi dan mata pencaharian rakyat,” kata presiden Iran dalam pertemuan di Teheran dengan para pejabat peradilan.
“Jika tekanan ekonomi menyebabkan ketidakpuasan sosial terbentuk dan ketidakpuasan ini menyebar, modal sosial yang sangat besar yang telah diciptakan rakyat untuk mendukung negara dapat rusak.”
Pada Juni, inflasi di Iran meningkat tajam akibat perang, mencapai puncaknya hampir 90 persen secara tahunan.
Angka untuk bulan Juli belum tersedia.
Pada akhir Desember, gerakan protes yang awalnya dipicu oleh tingginya biaya hidup dengan cepat berubah menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang meluas dan mencapai puncaknya pada tanggal 8 dan 9 Januari.
Otoritas Iran melaporkan lebih dari 3.000 kematian, dan mengaitkan kekerasan tersebut dengan "aksi teroris" yang diatur oleh Amerika Serikat dan "Israel".
Namun, LSM yang berbasis di luar negeri memperkirakan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi. (haninmazaya/arrahmah.id)
