Memuat...

Presiden Prabowo Bentuk 10 Universitas Republik Indonesia, Beasiswa Penuh dari APBN

Ameera
Rabu, 22 Juli 2026 / 8 Safar 1448 18:17
Presiden Prabowo Bentuk 10 Universitas Republik Indonesia, Beasiswa Penuh dari APBN
Presiden Prabowo Bentuk 10 Universitas Republik Indonesia, Beasiswa Penuh dari APBN

JAKARTA (Arrahmah.id) - Presiden Prabowo Subianto berencana mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan nasional yang terintegrasi untuk mencetak pemimpin masa depan.

Informasi tersebut disampaikan Gubernur Universitas Republik Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Donny menjelaskan, pendirian URI merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo untuk mengonsolidasikan berbagai lembaga pendidikan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM), mulai dari Sekolah Unggulan Garuda, perguruan tinggi, hingga Lembaga Administrasi Negara (LAN).

"Beliau ingin mengonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini. Jadi kita sudah dengar bahwa saat ini ada namanya Sekolah Unggulan Garuda, baik yang baru ataupun yang transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia," kata Donny.

Selain membentuk jaringan Universitas Republik Indonesia, pemerintah juga akan memperluas peran Lembaga Administrasi Negara.

Jika selama ini LAN berfokus pada pembinaan aparatur sipil negara (ASN), ke depan lembaga tersebut juga akan menyiapkan sumber daya manusia untuk badan usaha milik negara (BUMN).

"Kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN, nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," ujarnya.

Donny mengatakan seluruh institusi tersebut nantinya berada di bawah Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang dipimpin Gubernur URI.

Badan tersebut akan membawahi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, serta Lembaga Administrasi Negara.

Menurutnya, konsep URI terinspirasi dari lembaga pendidikan kepemimpinan di sejumlah negara, seperti École Nationale d'Administration (ENA) dan Institut National du Service Public (INSP) di Prancis.

Melalui konsep tersebut, pemerintah ingin membentuk pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan keterampilan manajerial.

"Nah, ini diharapkan juga seperti itu juga, kita akan mendidik, melatih baik karakternya ataupun pemikirannya, managerial skill akan kita berikan penanaman kepada mereka sehingga akan bisa menjadi pemimpin di masa depan," kata Donny.

Ia menegaskan pengelolaan URI akan tetap bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Saat ini yang melaksanakan, yang mengelola sekolah unggulan dan yang melaksanakan perguruan tinggi itu adalah di Kementerian Dikti. Nah nanti akan kita kelola supaya Kementerian Dikti juga bisa melaksanakan tugas fungsinya sesuai dengan ketentuan," ujarnya.

Untuk kampus permanen, pemerintah telah menyiapkan lahan di kawasan Cikasungka, Bogor Utara, yang merupakan bekas perkebunan sawit milik PTPN dan akan dialihfungsikan menjadi kawasan pendidikan URI.

Sementara itu, operasional awal akan memanfaatkan gedung sementara di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, dengan menggunakan dua lantai gedung milik BUMN.

Donny mengungkapkan cikal bakal URI telah dimulai melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) yang dibuka pada 20 Mei 2026. Saat ini, sebanyak 399 pegawai baru BUMN telah mengikuti pendidikan sebagai angkatan pertama.

"Jadi mereka sudah melaksanakan kegiatan ini, kita memberikan salah satunya adalah nilai-nilai perjuangan Panglima Sudirman, pantang menyerah, dalam kondisi sakit pun juga tetap melaksanakan perjuangan. Nah nilai-nilai inilah yang kita tanamkan kepada para peserta didik ini," tuturnya.

Ke depan, URI akan menyelenggarakan pendidikan jenjang sarjana (S1) dengan sistem beasiswa penuh yang dibiayai pemerintah.

Lulusan akan memperoleh gelar akademik sebagaimana perguruan tinggi pada umumnya, sekaligus memiliki kesempatan mengikuti kerja sama pendidikan dengan sejumlah universitas unggulan di luar negeri.

"Beasiswa, beasiswa semuanya ya. Pakai gelar nanti, kan universitas ya, tetap gelar. Kita kerja sama juga dengan beberapa universitas unggulan di luar negeri," kata Donny.

Terkait pendanaan, Donny mengatakan pemerintah masih menyusun kebutuhan anggaran pembangunan dan operasional URI.

Namun, ia memastikan seluruh pembiayaan lembaga tersebut akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Oh ya, jelas dari APBN," tegasnya.

(ameera/arrahmah.id)