TEPI BARAT (Arrahmah.id) -- Seorang pria Palestina dilaporkan tewas dalam penggerebekan militer 'Israel' di Kota Salfit, Tepi Barat, setelah ditembak di dalam kamar tidurnya. Keluarga korban dan sejumlah media Palestina menyatakan korban ditembak ketika sedang tidur, sementara militer 'Israel' hingga kini belum mengeluarkan penjelasan resmi mengenai kronologi insiden tersebut.
Menurut laporan Quds News Network (26/6/2026), pasukan 'Israel' menggerebek rumah keluarga Mustafa Taha Mustafa al-Khatib. pada Selasa (24/6) dini hari di kawasan Salfit, Tepi Barat yang diduduki. Saat operasi berlangsung, sejumlah tentara memasuki rumah dan menuju kamar tempat korban berada. Keluarga menyebut Mustafa tidak bersenjata dan tidak melakukan perlawanan ketika insiden penembakan terjadi.
Ayah korban, Taha al-Khatib, mengatakan putranya ditembak saat masih berada di tempat tidur. "Mereka masuk ke kamar dan menembaknya ketika sedang tidur. Anak saya tidak membawa senjata dan tidak melakukan apa pun," ujar Taha al-Khatib.
Kementerian Kesehatan Palestina kemudian mengonfirmasi Mustafa al-Khatib meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya. Jenazah korban sempat dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya operasi militer 'Israel' di berbagai wilayah Tepi Barat sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan 'Israel' hampir setiap hari melakukan penggerebekan di kota-kota seperti Jenin, Nablus, Tulkarm, dan Salfit dengan alasan memburu kelompok bersenjata Palestina.
Data dari Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan ratusan warga Palestina telah tewas di Tepi Barat sejak konflik Gaza meningkat, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mencatat eskalasi kekerasan di wilayah pendudukan mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. (hanoum/arrahmah.id)
