Memuat...

Qani Serukan Penghentian Penyelundupan Narkotika dari Pakistan ke Afghanistan

Hanin Mazaya
Rabu, 28 Oktober 2026 / 18 Jumadilawal 1448 19:00
Qani Serukan Penghentian Penyelundupan Narkotika dari Pakistan ke Afghanistan
Abdul Matin Qani. (Foto: Ariana News)

KABUL (Arrahmah.id) - Kementerian Dalam Negeri Imarah Islam Afghanistan menyatakan bahwa narkotika dibudidayakan dan diproses di Balochistan—di seberang garis perbatasan hipotetis Durand—sebelum diselundupkan ke negara-negara lain, termasuk Afghanistan.

Menyusul laporan mengenai peningkatan produksi narkoba di wilayah perbatasan Iran dan di seberang garis perbatasan hipotetis Durand dengan Pakistan, Abdul Matin Qani, juru bicara kementerian tersebut, mengatakan kepada Tolo News bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional harus menyelidiki masalah ini serta mengambil langkah-langkah untuk mencegah budidaya, produksi, dan perdagangan narkotika dari Iran dan Pakistan ke Afghanistan serta negara-negara lain di kawasan tersebut.

Abdul Matin Qani mengatakan: “Kami berupaya mengendalikan perdagangan narkoba di seluruh negeri, di sepanjang garis perbatasan hipotetis Durand, dan di perbatasan-perbatasan resmi. Sayangnya, budidaya dan produksi narkoba di negara-negara tetangga belum diselidiki ataupun dikecam. Kami menyerukan kepada komunitas internasional dan PBB untuk mengecam masalah ini serta mencegah penyelundupan zat-zat tersebut ke kawasan ini dan ke Afghanistan.”

Baru-baru ini, Eurasia Review melaporkan dalam sebuah artikel analisis bahwa setelah Imarah Islam melarang budidaya tanaman opium (poppy) pada 2022, kegiatan budidaya tersebut justru meluas ke Balochistan—di seberang garis perbatasan hipotetis Durand—serta ke provinsi Sistan dan Baluchestan di Iran. Menurut laporan tersebut, lebih dari 9.000 hektare lahan di Balochistan saja digunakan untuk budidaya tanaman opium.

Dengan mengutip para pakar internasional di bidang pemberantasan narkotika, publikasi tersebut melaporkan bahwa wilayah perbatasan Iran dengan Afghanistan serta wilayah di seberang garis perbatasan hipotetis Durand dengan Pakistan telah menjadi pusat utama produksi opium di tingkat global.

Laporan tersebut menyatakan: “Penilaian melalui citra satelit menunjukkan bahwa lebih dari 9.000 hektare lahan di Balochistan, Pakistan, digunakan untuk budidaya tanaman opium. Hal ini dilaporkan oleh David Mansfield, seorang pakar perdagangan narkotika di Afghanistan, yang menyusun laporan bulan Agustus untuk Alcis. Balochistan, Pakistan, tampaknya telah menjadi pusat utama budidaya opium.”

Sebelumnya, peneliti asal Inggris, David Mansfield, juga menyatakan dalam sebuah artikel penelitian bahwa larangan narkoba di Afghanistan telah menggeser produksi narkotika ke luar perbatasannya—melewati garis perbatasan hipotetis Durand dengan Pakistan—terutama ke wilayah Balochistan dan sebagian wilayah Iran. (haninmazaya/arrahmah.id)